Sunday, August 4, 2013

A Hero With A Heart


Berbau Komunis

Ide pembuatan tokoh Iron Man berdasarkan Perang Vietnam. Pada 1963 hanya sedikit warga Amerika yang tertarik dengan isu perang tersebut.

Akan tetapi jauh sebelum perang berkecamuk pada 1960-an isu perang Vietnam telah menjadi hal yang krusial dan kontroversial.

Stan Lee mengambil momen itu untuk menghadirkan tokoh superhero baru yaitu Iron Man dengan musuh dari pihak komunis dalam hal ini Vietnam.

Selalu jadi ciri khas Lee saat itu untuk menghadirkan musuh komunis, mulai dari Captain America, Sub-Mariner, Human Torch, dan sebagainya.

Akan tetapi Lee merubah konsep cerita Iron Man, dia mempunyai sudut pandang baru dengan menyederhanakan keadaan negara Asia saat itu.

Tidak seperti cerita Captain America yang begitu kental nuansa perang dinginnya dengan melibatkan tokoh-tokoh komunis terkenal, nuansa "perang dingin" pada cerita Iron Man hanya sekedar latar belakang untuk membangun alur cerita.

Welcome To The Jungle

Adalah Tony Stark seorang miliuner produsen senjata yang mempunyai kehidupan yang menyenangkan tapi gak lama kemudian sejumlah masalah muncul, hal tersebut menjadikan Tony Stark sebagai tokoh Marvel terbaik.

Ketika melakukan uji coba senjata di hutan Vietnam Stark luka terkena serpihan ranjau musuh, Stark ditangkap dan disuruh untuk mengembangkan senjata baru untuk kepentingan komunis.

Alih-alih bikin senjata, Stark malah membuat armor untuk membuat serpihan ranjau yang menembus menuju jantungnya berhenti dan berbalik arah.

Armor tersebut juga yang membuat jantungnya tetap berdetak. Dalam lindungan armor itu Tony Stark mengalahkan musuh yang menangkapnya dan melarikan diri.

Seperti kutukan, Tony Stark harus memakai setidaknya bagian kecil dari armor tersebut berupa lempengan yang dletakan di dada agar membuatnya tetap hidup.

Kolaborasi

Biasanya Stan Lee selalu berduet dengan Jack Kirby dalam membuat komik, kali ini dia bekerjasama dengan ilustrator Don Heck, bagi Heck ini merupakan kehormatan karena jarang sekali kesempatan itu datang mengingat Kirby yang selalu melakukan segala hal di bagian ilustrasi termasuk kaver.

Karena waktu itu kaver dibikin duluan maka desain karakter Iron Man masih tetap dikerjakan oleh Jack Kirby. Kirby mendesain armor Iron Man seperti ksatria kerajaan jaman dulu, fungsional dan "bulky".

Desain armor dari Kirby memang masuk akal, mengingat kemungkinan situasi dan kondisi ketika Tony Stark membuatnya. Warnanya perak tapi segera berganti menjadi kuning emas.

Sementara Kirby mendesain Iron Man, Don Heck membuat sosok Tony Stark dan sekretarisnya Pepper Potts. Karena komik Iron Man saat itu berlatar belakang perang, Lee memilih Heck sebagai ilustrator komik Iron Man karena Heck berpengalaman dengan komik bertema perang.

Gak lama kemudian armornya didesain ulang oleh Steve Ditko menjadi kuning emas dan merah. Mungkin karena "pakaian" Iron Man terbuat dari logam banyak artis/ilustrator tertarik untuk mencoba membuat rupa pakaian Iron Man.

Dan dari tahun ke tahun penampilan Iron Man paling banyak berubah dibandingkan dengan tokoh superhero Marvel lainnya.

Sekilas Iron Man

Seperti Ksatria jaman dulu Iron Man dikenal dari armor yang dipakainya. Kostum Iron Man paling keren dibandingkan dengan superhero lainnya pada masa itu. Sejak debutnya pada 1963 Iron Man sering berganti kostum.

Wajar! karena yang memakai kostum tersebut adalah Tony Stark seorang produsen sekaligus inventor yang kaya raya.

Timbul pertanyaan apakah kostum Iron Man yang bikin dia jadi seseorang atau sebaliknya orangnya yang membuat kostum Iron Man itu menjadi spesial?

Tony Stark adalah keduanya, sebagai manusia biasa dia tidak memiliki kekuatan super, kostumnya yang membuat Stark menjadi kuat di atas manusia biasa.

Hubungan Stark dengan armornya bukan sekadar pakaian biasa, armor tersebut yang membuat jantungnya terus berdetak, dia gak bisa selamat tanpa "Iron Shell".

Namun kondisinya bisa disembuhkan dengan transpalansi, jantungnya yang rusak bisa diperbaiki oleh teknologi "microchip". Jadi meskipun tanpa kostum, Tony Stark merupakan perpaduan dari orang dan mesin, science menyebutnya dengan istilah "cyborg".

Dibalik kostumnya yang kinclong, Iron Man mungkin tokoh yang paling bermasalah di antara hero Marvel lainnya, berjuang melintasi negara untuk melawan kejahatan atas dasar keyakinan yang menurutnya benar, hal itu bisa membuktikan bahwa Iron Man memang bukan sekadar pakaian dari logam yang "kosong"....

Sumber: Disarikan dari Marvel/The Marvel Age karya Les Daniels.

No comments:

Post a Comment