Thursday, May 28, 2020

The Savage She-Hulk Memang Benar-Benar Barbar

Ternyata Hell Cat sudah menemani She-Hulk sejak zaman Savage She-Hulk pada tahun 80-an ya....Anyway baca ulang komik "The Savage She-Hulk" era 80-an ini lumayan asyik, ada beberapa hal menarik yang dulu terlewat dan baru "ngeuh" pas baca untuk kali kedua.

Awal baca komik "The Savage She-Hulk" (TSSH) sekitar tahun 2000-an dalam format komik digital, kayaknya internet saat itu belum secepat sekarang, jadi untuk mendapatkannya penuh perjuangan, dilakukan diam-diam karena takut makan bandwith kantor hahaha, atas bantuan teman komik TSSH berhasil diunduh dalam waktu berminggu-minggu.

Pun setelah dibuka file-nya masih berupa hasil scan dari versi cetak, tampak kurang enak dilihat, bayangkan saja kualitas cetak komik tahun 80-an, efek ruster, bleeding edge, layout miring pas waktu scan, iklan-iklan mainan guram, teks geje, dan lain sebagainya, semuanya ada di situ.

Perjuangan tak kalah berat ketika membacanya di komputer hasil rakitan honor freelance di salah satu penerbit buku di Bandung, monitornya ukuran 15" masih model tabung, tak bisa lama-lama baca karena mata bisa berair, mesti sambil duduk dan di tempat itu pula sampai pinggang pegal-pegal hahaha....

Oleh karenanya jadi kurang fokus, hampir bisa dibilang bukan baca komik tapi cuma lihat gambar-gambarnya saja, pas masuk cerita yang sifatnya personal mengenai alter ego-nya yang bernama Jennifer Walter (Jen) langsung skip menuju adegan aksi She-Hulk melawan "Cacing Besi Raksasa" atau "Manusia Gajah" hahaha....

Kini zaman semakin maju, untuk mendapatkan komik digital relatif gampang dan cepat, kualitasnya pun lebih baik, termasuk komik TSSH 80-an yang telah di-remaster dalam bentuk digital, gambarnya tajam, warnanya bagus, dan teksnya layak baca.

Alhamdulillah membacanya juga nyaman, berkat laptop hasil freelance di salah satu penerbit Majalah olah raga digital saat ini bacanya bisa sambil duduk atau berbaring, bisa di mana saja selama ada colokan, bisa di teras, di kamar, di dapur, dan lain-lain cukup mobile serta portable hahaha....Cuma cari waktunya saja yang rada "ngehe".

 
 Awal Mula

Marvel dalam Acknowledgement-nya menyebutkan bahwa She-Hulk adalah tokoh "bad girl" mereka, rupanya bukan hanya merujuk pada karakter She-Hulk yang beringas dan tempramen saja, namun penyataan tersebut disematkan pula pada tokoh alter ego-nya, Jennifer Walters.

Saya tak tahu apakah cerita TSSH merupakan representasi masyarakat Los Angeles (LA), Amerika Serikat pada tahun 80-an atau bukan? Apakah kehidupan Jen memang lumrah untuk ukuran masayarakat urban LA mereka saat itu? Dan masih banyak pertanyaan yang terlintas ketika membaca komik TSSH ini lagi.

Awalnya saya bersimpati kepada karakter Jennifer Walters karena sebagai pengacara muda dia terpaksa berurusan dengan mafia, suatu saat dia ditembak dari belakang sehingga luka parah, untung saja saat itu ada sepupunya bernama Bruce Banner (Hulk) sedang menemaninya.

Jill, sahabat Jen.
Bruce Banner melakukan transfusi darah untuk menolong Jen agar selamat. Jen bisa sembuh namun transfusi darah itu menimbulkan efek samping yang bisa mengubah wujudnya menjadi She-Hulk.

Jen menyembunyikan perubahaan ini kepada khalayak termasuk Ayahnya Morris Walters seorang petugas hukum di kota LA. Hal tersebut menimbulkan kesalahpahaman, gegara teman baik Jen bernama Jill terbunuh dalam kecelakaan yang melibatkan She-Hulk yang bermaksud menolongnya, publik menuduhnya sebagai penjahat dan harus ditumpas.

Zapper.
Adik Jill bernama Danny "Zapper" Ridge menolong Jen dari incaran mafia yang memburunya dengan memberikan tempat perlindungan, tetiba sebuah robot kiriman mafia yang menyerupai She-Hulk mendobrak masuk dan hendak membunuh Jen, Zapper melawan tapi tak kuasa, dalam situasi itu Jen berubah menjadi She-Hulk.

Zapper adalah orang yang pertama yang mengetahui bahwa Jennifer Walters adalah She-Hulk dan kemudian menjadi kekasihnya. Singkat cerita dalam petualangannya Jen bertemu dengan pria lain bernama Richard Rory dan jatuh hati kepadanya.

Rory.
Bukan Figur Teladan

Di sinilah awal mula saya mengetahui Jen adalah seorang "bad girl"-nya Marvel, Jen tinggal di rumah Ayahnya bersama Rory seorang pengangguran tanpa ikatan perkawinan, di waktu yang sama Jen menjalin hubungan dengan Zapper yang usianya lebih muda dalam wujud She-Hulk.

Ayah Jen tinggal di apartemen mewah milik kekasihnya Beverly Cross setelah ditinggal mati istrinya bernama Ann Elaine yang dibunuh mafia. Hubungan antara Jen dan ayahnya tidak baik, penyebabnya antara lain karena Jen membela warga yang terkena radiasi tower pemancar ironisnya tower itu sah dan legal keberadaannya secara hukum. Selain itu Jen membela Morbius yang dituduh sebagai pembunuh massal hal itu dinilai bertentangan dengan profesi Ayahnya sebegai penegak hukum.

Morris, Ayah Jen.
 Hubungannya sebagai She-Hulk pun bermasalah, Ayah Jen menganggap bahwa She-Hulk adalah seorang pembunuh padahal itu semua hanya kesalahpahaman yang belum ketemu titik temunya dan merupakan fitnah keji dari Bos Mafia yang belum terbukti kebenarannya.

Di sini tokoh Jennifer Walters atau She-Hulk dianggap tak bisa dijadikan "role model", malah Marvel selalu menempatkannya dalam situasi buruk, namun cerita TSSH bisa dijadikan cerminan bagi kehidupan pembaca dan bisa diambil hikmah, contohnya cerita yang melibatkan Tony Stark (Iron Man).

Marvel seolah ingin memberi pesan bahwa ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan bahkan di hadapan hukum demi menjaga perasaan dan kredibilats seseorang meskipun hal tersebut sangatlah buruk, hal itu yang tidak bisa dimengerti oleh Jen selaku pengacara yang sering menggunakan nalar dan logika.

Jen dan Tony.
Begitu fakta-fakta terungkap di luar sidang barulah Jen menyadarinya bahwa Tony Stark memang "mempunyai hati".

Cerita tersebut menjadi cerita favorit saya dalam komik TSSH dan merupakan cerita penutup dari issue Jennifer Walters vs. Mafia yang selama ini memburunya.

Serial Televisi She-Hulk

Disney+ berencana membuat serial televisi She-Hulk, saya rasa komik TSSH perlu ditinjau ulang dan dilakukan beberapa penyesuaian agar ceritanya sesuai dengan konteks zaman sekarang sehingga bisa ditonton dengan aman untuk semua kalangan.

Hal-hal tabu seperti praktek "kumpul kebo" dan jalinan asmara tanpa status yang jelas dengan banyak pria merupakan hal yang tabu di beberapa daerah.

Saya memang belum baca seluruhnya komik She-Hulk, baru TSSH saja, jadi anggap saja TSSH merupakan kesan pertama dari tokoh kesayangan saya setelah Hulk. Harapan saya Disney bisa memperbaiki hal-hal yang dianggap negatif di TSSH untuk tampil lebih positif di serialnya nanti.

Monday, May 18, 2020

Sharon Carter Agent 13

Tampil pertama kali di komik “Tales of Suspense #75, Maret 1966, Sharon Carter kreasi dari Stan lee dan Jack Kirby. Kemampuannya antara lain menguasai ilmu bela diri, pertarungan tangan kosong, ahli mengintai, persenjataan, dan komputer, serta mempunyai kecerdasan yang tinggi.

Di komik Captain America #233 Agen Carter terbunuh, lalu pada #444 dia dihidupkan kembali karena dia merupakan salah satu tokoh yang mempunyai idealisme dan selalu bersikap kritis. Pada tahun 2010-2013 menjadi supporting character di komik "Secret Avengers Series".

Sharon Carter menjadi Agen dan bergabung di S.H.I.E.L.D. karena terinspirasi dari kisah Bibinya Margaret “Peggy” Carter seorang pejuang kemerdekaan pada Perang Dunia II.

Sharon bertemu dengan Captain America sewaktu dirinya diserang oleh Batroc the Leaper pada saat melaksanakan misi pertamanya. Sejak itu mereka sering bertemu dan menjadi tim dalam misi melawan A.I.M., HYDRA, Red Skull, dan lain-lain.

Seiring waktu Sharon dan Captain America menjalin hubungan asmara, hubungan mereka berakhir ketika Sharon tetap mempertahankan pekerjaannya sebagai agen S.H.I.E.L.D. dan “terbunuh” dalam melakukan misinya dengan cara aksi bunuh diri. Captain America diberitahu melalui rekaman video.

Beberapa waktu kemudian baru diketahui bahwa kematiannya palsu, tujuannya agar dia bisa melaksanakan misi rahasia selanjutnya, ternyata misinya tidak sukses Nick Fury selaku pimpinan S.H.I.E.L.D. menganggap Sharon terbunuh dalam melaksanakan tugas, dan kali ini Captain America tidak diberi tahu.

Sunday, May 17, 2020

Action Figure Beast, Hasbro, Fascinating Price!

Waw Fascinating, benar-benar terpana melihat lelangan action figure Beast salah satu anggota X-Men yang mungkin bagi orang awam tak begitu mengenalnya. Tanpa ada film kartun X-Men di RCTI saya pun tak akan familiar dengan tokoh tersebut.

Makanya paling tak suka mengumpulkan action figure dalam bentuk tim atau grup baik yang famous atau underrated, enggak! Kecuali karena kebetulan hehehe....Kapok pas zaman Toy Biz pernah mengalaminya, saat itu ingin mengumpulkan X-Men versi Jim Lee tapi karena bingung cara mendapatkannya akhirnya terbengkalai. Penyebabnya antara lain:

1. Akses internet sangat terbatas. Awal 2000-an untuk mendapatkan info terbaru saja susah, di rumah tak ada internet, jadi untuk keperluan online harus naik angkot ke warnet yang jaraknya jauh. Paling sering dapat kabar tentang action figure dari teman yang sering ke warnet untuk mendapatkan wishlist-nya. Kadang-kadang iuran bayar ke warnet bareng teman jika butuh sesuatu, entah itu untuk kebutuhan tugas, referensi gambar, chat, dan tentu saja info seputar action figure. Kami sering berbagi foto dan info.

2. Pembelian online. Beli secara online sekarang lumrah. Dulu? Karena terbiasa transaksi secara langsung jadi begitu diperkenalkan transaksi secara virtual melalui internet jadinya canggung, jadi seringnya titip teman beli di forum Kaskus dan Kafegaul, dia kenal beberapa seller terpercaya, lalu lama-lama bisa beli sendiri atas rekomendasinya.

Saat itu memang ada toko hobi, tapi saya tak tahu tempatnya, begitu diajak hunting bareng teman rasanya senang banget mengunjungi toko-toko mainan/hobi yang tak terjangkau oleh angkutan umum.

3. Langka. Rogue (Marvel Legends Box Set, 2003) dan Psylocke (Seri 14 BAF Mojo, 2006) kedua tokoh itu sama saja mau zaman Toy Biz atau Hasbro tetap susah untuk didapatkan, maklum primadona hahahaha.

Pada masa Toy Biz figur Rogue dijual satu set dengan figur lain dalam kemasan Box Set, tidak dijual satuan, jadi yaaaa....wassalam.

Sementara figur Psylocke entah apa yang terjadi susah sekali dijumpai, bahkan sejak rilis pada 2007-an baru sering terlihat muncul lagi pada saat Psylocke Hasbro 2018-an dirilis dalam keadaan loose. Begitu juga dengan figur X-Men Toy Biz yang dianggap rare lainnya seperti Beast, Gambit, Colossus, dll mulai tampak bermunculan setelah set BAF Caliban (2019) dirilis Hasbro.

Tentang definisi rare, entah bagaimana pasar figur pada awal tahun 2000-an, karena barangnya relatif baru (setelah era figur 5"), kebijakan import, pemasaran dan distribusi, serta akses untuk mendapatkannya yang terbatas, saya menganggap rata-rata action figure Toy Biz saat itu rare hahahaha.....Jadinya beruntung dulu punya teman yang concern tentang hal ini, rata-rata saya mendapatkan figur darinya dengan harga teman dalam keadaan loose, kalau beli sendiri langsung di forum bisa dihitung dengan jari.

4. Toy Biz era. Begitu mendapat info Toy Biz bangkrut, enggak langsung shock, karena Hasbro sebagai penerus lisensi figur Marvel Legends (ML) akan tetap memproduksi produk baru. Masalah timbul ketika Hasbro berhenti memproduksi figur Marvel berdasarkan mold lama dari Toy Biz. Mold baru dari Hasbro ini membuat figur-figur lama Toy Biz menjadi out of scale, padahal Toy Biz belum memproduksi salah satu figur utama dari Tim X-Men yaitu Jubilee (Seri Marvel Legends 6").

Karena dulu merasa mustahil mendapatkan figur Rogue produksi Toy Biz jadi begitu Hasbro akan merilis figur Rogue langsung pre-order (PO), begitu disandingkan dengan figur Gambit Toy Biz ternyata tingginya beda walau pun sama-sama figur 6". Mau tak mau terpaksa harus beli figur Gambit Hasbro.

5. 'Gak ada duit! Nuff said! :D

To Late Alias Telat

Di sinilah perburuan dimulai, awalnya figur-figur X-Men dari Hasbro hanya sebagai pelengkap saja, namun karena perbedaan skala jadinya harus merombak total dari awal. Prioritas saya waktu itu X-Men Animated dulu, makanya pas ada yang buka PO Psylocke easy pass karena bukan anggota X-Men versi film kartun dan muncul cuma sebagai bintang tamu, lagi pula bugdet terbatas jadi tunggu ready stock saja begitu juga dengan Bishop, padahal kedua tokoh itu adalah anggota X-Men versi komik, ya pakai prinsip "dapat syukur enggak dapat cucian deh lu" hahaha....

Begitu semua terkumpul dan ingin upgrade ke versi komik semuanya terlambat, sejak wave BAF Caliban yang menyertakan banyak tokoh X-Men Animated dalam setnya termasuk Jubilee dan Beast jadi banyak diminati para kolektor kakap, baru, lama semua berburu figur X_Men. Kelangkaan pun terjadi lagi. Menurut komunitas di grup yang saya amati khusus untuk figur-figur X-Men, satu figur menjadi langka dan mahal itu karena:

a. Wave lama/awal, contoh Rogue (Wave 1 BAF Juggernaut, 2016) dan Cyclops (Wave BAF Warlock, 2017), meskipun bukan figur X-Men pertama yang dirilis Hasbro namun kedua tokoh ini yang menjadi dasar untuk mengumpulkan Tim X-Men versi Jim Lee.

Bagi kolektor lama hal ini bisa diprediksi pasti akan ada tokoh lain bakal diproduksi lagi, bagi kolektor baru terlalu banyak figur Hasbro yang menjadi incaran jadi bisa saja melewatkan kedua tokoh ini untuk figur incaran lain, begitu mau memulainya satu, dua, tiga tahun kemudian kedua tokoh ini keburu menghilang dari pasaran.

b. Boost Wave figur X-Men baru. Contoh figur-figur set Wave 4 BAF Caliban yang menyertakan banyak tokoh X-Men Animated seperti Jubilee, Beast, Gambit, dan Wolverine. Jadi kalau sudah punya Rogue dan Cyclops lalu ditambah dengan figur X-Men dari set tersebut untuk mengumpulkan figur X-Men Animated tinggal menunggu Storm, Jean Grey (bisa juga Phoenix dari set Wave 1 BAF Juggernaut, 2016), dan Professor X dirilis.

c. Permintaan Melebihi Persediaan. Supply and demand, Dengan adanya Wave Marvel Legends X-Men ini bisa membuka kesempatan bagi generasi fans X-Men 90-an terutama penggemar film kartun X-Men untuk mengumpulkan figur-figur nostalgia yang sayang untuk dilewatkan, para penggemar ini jumlahnya tak sedkit mungkin lebih banyak dari stock figur yang tersedia hahaha.....Mana harus bersaing dengan kolektor versi komik juga ya hahaha....

d. Diskon. Selain di seller online yang barangnya di-import sendiri dengan harganya fluktuatif, pendistribusian action figure ini tersedia juga di toko-toko mainan besar dan resmi yang terdapat di mall-mall se-Indonesia. Harga ready stock-nya lebih tinggi dibandingkan dengan seller mandiri/swadaya, namun begitu mereka melakukan diskon enggak tanggung-tanggung harganya bisa jadi jauh lebih murah!

Adalah harga discount Marvel Legends X-Men 3-pack Love Triangle: Wolverine, Jean Grey, dan Cyclops (bomber jacket) yang dilakukan salah satu retail mainan terkemuka yang menstimulus para kolektor untuk mengumpulkan figur Tim X-Men lainnya entah itu versi animasi atau komik.

Sejak Hasbro telah merilis Storm Retro Series dan Professor X Seri Rider dalam waktu berdekatan, maka anggota inti versi animasi dan komik Blue Team dan Gold Team menjadi lengkap. Keinginan untuk mengkoleksi pun makin menjadi-jadi.

Namun beberapa kolektor harus berburu figur seperti Rogue dan Cyclops yang telah beredar dua, tiga tahun sebelumnya, sementara seller mandiri yang melihat peluang ini segera melakukan aksi "menahan diri" dan menjualnya perlahan dengan cara lelang atau dengan harga tinggi terhadap persediaan stock-nya walaupun barangnya tergolong baru seperti Psylocke dan Beast. Mungkin saja akan merembet ke anggota lainnya seperti Iceman dan Archangel (Deluxe Series). Malah belum lama tokoh-tokoh jahatnya seperti Sabretooth dan Magneto harganya mulai didongkrak naik dengan fenomena ini.

Beruntung sebelum kejadian itu terjadi saya lebih dahulu menghubungi seller-seller langganan untuk memesan figur-figur yang belum didapatkan seperti Storm, Iceman, Professor X, dan Beast dengan harga standar ready stock di pasaran. Jadi masih normal. Tak semua bisa dipenuhi oleh seller, figur Beast dan Professor X saya dapatkan dengan harga normal dengan cara bergerilya, satu persatu kolektor dan seller-seller potensial sampai ke luar jawa dijapri hahahaha.....ya, jadinya berat diongkos hahahaha....

Saya telat mendapatkan figur Cyclops, waktu itu dirasa tak perlu karena sudah punya Cyclops Toy Biz 2003, tapi ternyata skala dan proporsinya jauh berbeda sehingga terpaksa harus membeli versi Hasbro.

Dua tahun setelah masa edarnya Cyclops Hasbro baru bisa didapatkan, harganya sudah merangkak naik tapi belum parah-parah amat. Dibeli dengan cara dicicil dua kali bayar, benar-benar beruntung ketemu seller baik hati dari Pulau Bali ini hahaha.....

Harga lumayan tinggi juga dialami ketika mendapatkan figur Jean Grey, saat itu belum ada yang jual ecer/keteng, jadi begitu ada yang jual satuan langsung disambut. Kini harganya masih terjangkau cuma mahal sedikit karena Hasbro membuatnya lagi dengan mold baru. Jean Grey harganya relatif stabil dengan harga lumayan.

d. Fanbase. Lepas dari kontroversinya yang dituduh menjiplak grup Doom Patrol versi DC Comics, X-Men termasuk grup paling populer dari Marvel, telah muncul di berbagai media seperti film, games, merchandise, dll. Baik produser, seller, dan fans menganggap X-Men adalah sesuatu yang menguntungkan, layak untuk dieksploitasi dan diapresiasi.

e. Investasi. Action figure adalah salah satu barang koleksi, dengan sejarah yang begitu panjang dan masih dipelihara oleh pelaku bisnis hiburan, entah itu industri film, komik yang masih on going, pernak-pernik (termasuk action figure), dan games, X-Men telah menjadi satu brand dengan jaminan mutu. Sebagai contoh menyimpan figur Rogue dalam jangka waktu tertentu/lama bisa menguntungkan karena harganya akan naik disebabkan banyak faktor yang dibentuk oleh perilaku pasar.

Namun tetap ada resikonya, bila produsen memutuskan untuk merilis ulang lagi figur Rogue yang sama dengan kemasan yang berbeda disertai fitur aksesori yang lebih oke, maka mungkin saja harga Rogue lama akan jatuh, minimal kembali ke harga standar.

f. Hype. Berapa lama hype bisa bertahan? Entahlah, untuk kasus action fgure X-Men produk Hasbro ini Wave-nya dimulai dari 2016 dan masih berlangsung, jadi sudah 4 tahun. Jika dihitung dari mulai merangkaknya harga Rogue dan Cyclops dari wave pertama dan kedua baru sekitar dua tahun pasar action ini mulai meroket, entah kapan menukik tajam ke bawah, kasus Rogue Toy Biz saja yang sebegitu exclusive-nya dan harganya bisa tembus jutaan, sekarang terjun bebas dan tak lagi dilirik.

Berkaca pula pada figur-figur movies entah itu produksi Toy Biz atau Hasbro mengalami hal yang serupa, dulu ketika masih hype harganya bisa gila-gilaan contohnya figur Black Panther, kini dengan berakhirnya fase pertama Marvel Cinematic Universe (MCU) yang ditandai dengan diputarnya film "The Avengers: End Game" harga figur-figur movies terutama MCU cenderung turun, bahkan sampai ada yang di bawah setengah dari harganya yang dulu.....What a waste :(

Well, sebenarnya masih banyak faktor lain seperti "pansos", "prestise", dan lain-lain, tapi saya tidak suka membahasnya karena kurang relevan dan terlalu mengada-ada. Biarlah terserah motivasi dari pribadi masing-masing orang untuk melakukannya, kita tak bisa tahu persis apa yang melatarbelakanginya, asal semua happy, tak ada yang dirugikan, semua kewajiban telah dipenuhi, bisa sedekah dan bantu orang-orang yang membutuhkannya, oke-oke saja 'kan?

Sunday, May 10, 2020

Target Exclusive Deadly Origin: White Suit Black Widow

Black Widow: Deadly Origin, variant Cover, Adi Granov.
Sudah lama sekali baca komik "Black Widow Deadly Origin" terbitan 2010 ini, mungkin pas hype film The Avengers 2012 saya tertarik untuk membaca komiknya.

Seragam Black Widow (BW) menjadi perhatian di komik ini, karena seragam yang tadinya hitam menjadi putih (camouflage), seragam tersebut dikenakan pada buku ke-2 saat BW melakukan misi di Kaliningard, Rusia di mana hampir semua permukaan wilayahnya tertutup salju. Pada buku ke-3 warna seragamnya menjadi hitam lagi.

Saat itu enggak terlalu "ngeuh", karena ilustrasi cover pada buku kedua yang saya baca menggunakan seragam hitam, tenyata di cover versi variant-nya BW memakai seragam putih dengan pose yang sama. Kedua variant warna itu digambar oleh Adi Granov.

Komik ini cukup berkesan, karena dalam alurnya disisipi kronologi flashback berupa fragmen-fragmen kehidupan BW dari awal dia menjadi agen rahasia, kehidupan asmaranya dengan orang-orang terdekatnya, moment ketika dia bergabung dengan grup The Champions, sampai hubungan dengan sahabat dekatnya bernama Ivan Petrovich.

All white, termasuk gelang dan sabuknya.
Komik ini menjadi salah satu yang menceritakan BW memakai kembali seragam khas hitamnya setelah kurang lebih satu dekade menggunakan seragam abu pada awal 80-an hingga 90-an. Entah kapan dan di komik mana BW mulai kembali memakai seragam hitam ini.

Setahu saya BW memakai seragam hitam lagi pada tahun 1999 di komik solonya "Marvel Knights: Black Widow" setelah dia tampil di komik The Avengers sebagai salah satu anggotanya dan menjadi bintang tamu di komik solo tokoh Marvel lain seperti Hawkeye, Captain America, dll. serta berduet di komik Marvel Graphic Novel bersama Daredevil, Punisher, dan Nick Fury dengan memakai seragam abu.

Bukan pertama kali saja BW memakai seragam putih itu, di komik Marvel Now: "The Tightly Tangled Web" episode "Bitter Cold", karya Nathan Edmondson & Phil Noto 2014, BW tampil dengan seragam putih lengkap dengan backpack berisi parasut, google merah, sarung pistol, dan sayap berupa glider yang memungkinkan dia untuk terbang melayang, kali ini rambutnya diikat model ponytails untuk melaksanakan misinya bersama Winter Soldier di Kinsington.

Di kedua buku tersebut semua atribut termasuk gelang dan sabuk berwarna putih (keperak-perakan), bahkan di komik Marvel Now rambutnya di tutupi dengan hood putih jadi benar-benar tersamar dengan lingkungan sekitarnya.

Serba putih, sabuk dan gelang agak keperakan.
Action Figure

Di versi action figure-nya aksesorinya malah diwarnai kuning keemasan, memang sih sesuai dengan ilustrasi pada cover-nya yang digambar oleh Adi Granov, tapi tidak sesuai dengan ilustrasi isinya yang digambar oleh Tom Raney dan colorist-nya Matt Milla yang menggambarkan seragam BW serba putih dengan nuansa perak pada sabuk dan gelangnya.

Action-figure exclusive Target ini memang dibuat berdasarkan penggambaran variant cover edisi kedua karya Adi Granov yang tersirat dari wajah, model rambut, dan warna seragamnya.

Figur ini dilengkapi dengan aksesori yang lumayan banyak, ada dua jenis efek asap, dua efek tembakan, 1 pistol, 1 pistol dengan peredam, dan 1 senjata laras panjang. Efek asap dan tembakan bisa dimasukan ke dalam lubang laras senjata masing-masing.

Action Figure Deadly Origin.
Mold badan figur BW putih ini berbeda dengan dua figur BW lainnya dari Walmart versi abu dan seri Retro/Vintage hitam. Mold-nya sama dengan BW versi Rider, kelebihannya proporsinya tampak lebih berisi, kekurangannya ada semacam batas cetakan di bagian dada yang bila diperhatikan tampak jelas membelah di tengah dari bawah dada ke leher, secara estetika sangat mengganggu.

Saya suka mold ini dan kayaknya baru digunakan pada BW seri Rider, mudah-mudahan figur female dari Hasbro ke depannya memakai cetakan ini dengan catatan efek cetakan berupa garis yang memanjang di tengah bisa dihilangkan.

Satu lagi yang mengganggu pada figur ini adalah warna matanya biru, padahal di komik dan action figure lain warna mata Black Widow selalu hijau, jadinya kurang legit rasanya hehehe.... Memang pada tahun-tahun pertama kemunculannya pada tahun 60-an mata BW sering digambarkan berwarna biru, bahkan ketika dia kecil lalu ditemukan oleh Ayah angkat sekaligus sahabat baiknya Ivan Petrovich matanya terlihat biru.

Alih-alih hijau, matanya malah biru.
Ya, tidak seperti figur X-Men yang begitu populer hingga harganya gila-gilaan bahkan sampai figur X-Men tak terkenal pun harganya melambung tinggi, figur Black Widow termasuk yang underrated, kayaknya nasibnya sama seperti figur Hawkeye, meskipun kedua figur itu sudah dibikin filmnya namun tak begitu berpengaruh pada harga action figure-nya, rata-rata harganya standar malah ada yang murah.

Bahkan belum lama ini action figure BW abu sempat dijual pretel per-part secara masal, ada juga yang dijual murah, BW memang kurang familiar bagi pembaca komik di Indonesia, apalagi yang abu, terutama yang putih karena relatif baru diperkenalkan pada tahun 2000-an, namanya bisa naik mungkin dibantu oleh superhero kelas A macam Iron Man, Hulk, dan Captain America di film The Avengers 2012, sejak itu baru di-notice orang hahaha....

Jadi ya bersyukur saja Hasbro, Target, dan Walmart telah sudi membuat BW versi abu dan putih ini, salut deh, mudah-mudahan lanjut bikin figur underrated lainnya, well setidaknya untuk ukuran negeri ini hehehe....

Dibandingkan dengan figur Black Widow lain, versi Deadly Origin tampak lebih pendek.

Walmart Exclusive: Grey Costume Black Widow

Good News

Benar-benar gembira ketika mengetahui kabar dari newsfeed FB bahwa Hasbro bakal merilis Black Widow (BW) versi gray suit dan white suit!

Pertama kali melihat BW pakai kostum abu di Marvel Graphic Novel (MGN) cukup berkesan karena penampilan barunya sungguh ekstrim, model rambutnya yang tadinya panjang jadi pendek, walau pun aksesorinya masih tetap sama, namun jarang utility belt-nya yang khas jarang digunakan, warna belt dan gelangnya pun tidak konsisten, kadang berwarna abu tapi sering digambarkan berwarna kuning.

Begitu pun dengan logonya, logo merah khas Black Widow sering tampil di kepala sabuknya saat memakai kostum hitam, namun pada kostum abu ini logonya berubah, tampilannya mirip logo laba-laba Spider-Man, posisinya ada di dada bagian kiri, ukurannya kecil. Logo tersebut bahkan tertera di punggungnya dengan ukuran yang cukup besar di beberapa episode.

First Appeareance

Black Widow, Jim Lee.
Entah di komik mana Black Widow grey ini muncul pertama kali, satu artikel menyebutkan bahwa kemunculan Black Widow abu pertama dimulai di komik Daredevil Volume 1 no. 187 pada tahun 1982 dan di komik Avengers Volume 1 No. 329 Black Widow bergabung sebagai tim utama di Avengers.

Akan tetapi kalau dicari di internet, penampilan pertamanya dalam seragam abu selalu merujuk pada komik The Uncanny X-Men #263, 1981.

Ilustratornya Jim Lee, Black Widow di komik ini digambarkan dalam kostum standar, seragam abu berkerah tinggi tanpa sabuk, logo di dada dan punggung, disertai gelang khas kuning Black Widow dengan rambut pendek warna oranye tentunya.

BW di komik Daredevil.
Namun di beberapa judul komik, Black Widow abu kadang dilengkapi dengan jaket warna cokelat, menggunakan jetpack, dan memakai sabuk (utility belt). Di komik "MGN: Daredevil Black Widow-Abattoir", Black Widow bahkan tidak memakai gelang khasnya karena dilucuti oleh musuh.

Penampilan Black Widow di komik Daredevil No. 187 juga tanpa gelang dan sabuk, kostumnya benar-benar basic hanya pakaian belogo laba-laba hitam di dada dan di punggung. Bahkan dalam model sheet official-nya Black Widow grey suit memang digambarkan tanpa gelang dan sabuk.

Punisher-Black Widow, logo dibalik.
Tanpa logo belakang, The Coldest War.
Dalam komik "Fury Death Duty Black Widow", penampilannya cukup lengkap, kostumnya disertai sabuk khas Black Widow ketika masih menggunakan pakaian hitam, namun model rambut pendeknya kelimis tanpa juntaian poni samping ke depan.

Selain itu di bagian belakang kostumnya polos tanpa logo laba-laba. Kadang-kadang dia memakai jaket.

Di komik MGN: "The Black Widow-The Coldest War", dia digambarkan tanpa mengenakan logo di belakangnya juga, bahkan logo laba-laba di bagian dada berwarna merah bukan hitam seperti biasanya. Rambutnya agak kelimis dengan sedikit poni. Tidak dilengkapi sabuk. Gelang di tangannya berwarna abu.

Punisher-Black Widow, add-on.
Gelang abu juga digambarkan dalam komik MGN: "Punisher & Black Widow-Spinning Doomsday's Web", tampil tanpa sabuk, terdapat logo di punggungnya dan yang unik logo laba-laba hitam di dadanya dibalik. Model rambutnya hampir sama dengan yang digambarkan oleh Jim Lee, namun dengan gaya gambar berbeda. Di adegan awal dia sempat memakai jaket dan tas parasut.

Logo laba-laba hitam di dada yang dibalik (mengarah ke bawah) juga digambarkan di komik The Avengers pada beberapa episode. Di komik The Avengers No. 355 “Come The Gatherers” Black Widow mulai sering menggunakan jaket berlogo tim Avengers bersama anggota lainnya, bahkan ketika dia berpakaian kasual pun jaket itu tetap dipakainya.

Di komik Avengers pula Black Widow tampak memakai sepatu boots dan semacam pelindung kepala (semi helmet) dalam melaksanakan misinya bersama anggota tim Avengers.

Overall

Menjadi anggota Avengers.
Tampil kasual berjaket.
Penampilan Black Widow abu standar adalah yang digambar oleh Jim Lee di komik The Uncanny X-Men No. 263, dengan rambut pendek, kerah tinggi dada terbuka, logo laba-laba hitam di dada dan di punggung, tanpa sabuk, dan memakai gelang berwarna kuning.

BW cukup lama memakai seragam abu ini dari awal 80-an sampai 90-an dengan berbagai interpretasi dan persepsi dari artis-artis yang gaya visualnya beragam, kalau ada perbedaan seperti model rambut, penggunaan warna pada beberapa bagian part, tambahan aksesori, dan wajah adalah hal yang lumrah terjadi di industri komik saat itu, terutama komik AS. Untuk tambahan jaket referensinya bisa dirujuk dari komik The Avengers dan komik Marvel Graphic Novel (MGN) di beberapa edisi.

Untuk jetpack belum diketahui referensi komiknya, namun selain tampil di komik X-Men, The Avengers, Daredevil, dan MGN bersama The Punisher, Black Widow abu juga tampil di komik lainnya seperti Hawkeye, Captain America, The Punisher dll, jadi bisa saja dia tampil dilengkapi jetpack di komik-komik tersebut.

Action Figure Black Widow Walmart

Logo terbalik. The Avengers.
Saya menganggap perbedaan penggambaran BW abu oleh para ilustrator komik suatu keuntungan, jadi ketika desainer mainan mendesain BW abu seperti terlihat sekarang tidak terlalu mengecewakan.

Misal, jika tidak berkenan dengan sabuk model pouch di pinggang bisa dilepas saja, tapi kalau tetap mau dipakai referensinya bisa dilihat pada komik The Avengers.

Kerena tidak disertai tangan cadangan pose trigger finger sementara kita ingin memposekannya menggunakan senjata, tangan bawaannya bisa diganti dari tangan figur agen perempuan S.H.I.E.L.D. (tanpa gloves) seperti Maria Hill atau Sharon Carter, referensi Black Widow tanpa menggunakan sarung tangan abu juga ada di komik The Avengers berjudul "The Gatherers Strike!".

Tanpa gloves, The Gatherers Strikes!
Jika mau repot figur ini bisa tampil tanpa jaket, tangan atasnya bisa di-swap dengan versi tak berjaket dari figur female lain, namun harus mengecatnya dengan warna abu terlebih dahulu, atau kalau mau ekstrim bagian torsonya di-swap dengan versi figur BW abu versi two pack.

Sebenarnya kalau mau desain BW abu standar tanpa sabuk dan jaket Hasbro telah merilisnya dalam versi two pack di seri Toys R Us exclusive two-pack with Winter Soldier, dilengkapi dengan aksesori 2 machine gun, 2 pistol, dan alternatif kepala pada tahun 2010 sebagai variant dari black suit. Namun bila dibandingkan dengan figur yang sekarang proporsinya kurang ideal karena sistem sendi yang digunakan berbeda.

Makanya kali ini Hasbro merilis BW abu lagi dalam versi pakaian lengkap berjaket disertai pouch pinggang dan jetpack, jadi wajar sajalah ya....

Black Widow bersama Tim Avengers.
Figur ini dilengkapi dengan aksesori gelang dengan efek tembakan 2 buah, gelang dengan efek asap 2 buah, tangan cadangan pose terbuka 2 buah, dan satu unit jetpack yang disertai efek blast 2 buah. Aksesori tersebut tidak bisa di-swap dengan BW versi Retro karena warna kuningnya tidak sama, begitu juga dengan BW versi white suit warna kuningnya keemasan jadi kurang matching dengan warna sabuknya.

Dengan diproduksinya BW abu berjaket The Avengers curiga ke depannya Hasbro bakal merilis anggota The Avengers 90-an dengan menggunakan jaket tim berlogo Avengers lainnya seperti Black Knight (rilis ulang versi jaket), Crystal, Sersi, Vision, Hercules, dll.

Bagi penggemar The Avengers apabila benar patut ditunggu, bagi saya berkaca pada tim X-Men malas mengumpulkan action figure berdasarkan tim, banyak "dipermainkan" pasar dengan memanfaatkan efek teori Gestalt hahaha....

Action Figure Black Widow Grey Suit, Walmart.

Jatuh-jatuhnya jadi monkey business, jika semua seller sepakat menjual satu item figur tertentu dengan harga tinggi, maka saya termasuk buyer yang sepakat untuk tidak membelinya dengan harga "gorengan" (over price), walaupun duit ada tapi dengan nilai segitu uangnya lebih berguna dan bermanfaat untuk hal-hal lain, kalau sudah begini 'gak ikutan ah, bisa bikin bokek juga 'kan? Tunggu reissue saja hahaha....

Formasi X-Men #263. Jim Lee.

Contoh yang bikin malas, dulu beli Wolverine brown untuk kedua kalinya setelah versi Toy Biz tadinya ada niat untuk membentuk tim X-Men Blue dan Gold versi komik, tapi ada dua item figur yang kini harganya di luar jangkauan, jadinya terjebak dalam tim X-Men versi animasi, pun Wolvie-nya harus beli baru yang versi tiger stripe, jadi untuk sementara Wolverine brown ini dimasukan ke dalam formasi The Uncanny X-Men #263 bersama Black Widow abu dan Captain America, itu pun versi cover, kalau baca isi komiknya formasi ini memerlukan figur Psylocke dan Jubilee versi celana hijau, doooh! Well, enough is eneg hahaha, enjoy yang ada sajalah ya....Happy hunting dan terus berjuang gaes!

Sunday, May 3, 2020

Champions of Los Angeles

The Champions Classic

Memang tak sepopuler tim The Avengers atau X-Men, The Champions cuma bertahan sampai 17 edisi dan sempat menjadi bintang tamu di beberapa judul komik Marvel lainnya seperti Iron Man dan Spider-Man.

Asal-usul

The Champions of Los Angeles adalah tim superhero yang dibiayai oleh warga biasa bernama Warren Worthington III seorang mutan mantan anggota X-Men yang disalurkan melalui Yayasan Worthington, bermarkas di gedung 30 lantai, Los Angeles, California.

Awalnya tim ini terbentuk karena ada serangan dari negeri Olympus ke Bumi yang dipimpin oleh Pluto, Ares, dan Hyppolyta.

Kebetulan di sekitar wilayah itu ada lima orang superhero sedang melakukan aktivitas sehari-hari yaitu Angel (Warren Worthington III) dan Iceman (Robert "Bobby" Drake) yang sedang berkunjung ke kampus U.C.L.A. untuk mengurus beasiswa, Black Widow (Natasha Romanova) yang sedang melakukan wawancara kerja di kampus tersebut, Ghost Rider (Johnny Blaze) kebetulan lewat saja, dan Hercules yang saat itu menjadi tamu undangan sebagai pembicara tentang mitologi di kampus yang sama.

Kostum pertama Angel.
Kostum kedua Angel.
Mereka bertarung bersama secara spontan melawan Pluto dan pasukannya yang bertujuan menculik Venus Dewi Perdamaian yang menyamar sebagai salah satu karyawan di kampus tersebut.

Setelah semua kejadian dilalui, kelima superhero itu merasakan ada persamaan di antara mereka dan berinisiatif membentuk grup superhero baru bernama The Champions.

Hercules.
Mereka sama-sama penyendiri (loners), Angel dan Iceman adalah mutant mantan anggota X-Men yang keluar karena kepribadian mereka tidak cocok dalam tim, Ghost Rider seorang pengelana yang tak punya tempat tujuan lagi, Hercules manusia setengah dewa yang tak jelas status keberadaannya antara Bumi dan Olympus, dan Black Widow agen rahasia yang lari dari duet dengan Daredevil karena alasan pribadi.

Atas inisiatif Angel, kelima individu ini membentuk grup superhero bernama The Champions. Ironisnya karena alasan pribadi pula grup ini bubar. Grup ini dibiayai oleh Angel yang meliputi keperluan operasional The Champions termasuk gedung dengan berbagai fasilitas keamanan dan transportasi, Black Widow menjadi pemimpin tim ini berdasarkan pengalamannya sebagai agen rahasia.

Iceman.
Black Widow.
Selama sepak terjangnya The Champions menerima anggota baru, Darkstar (Laynia Petrovina) dan Black Goliath (Bill Foster).

Awalnya Darkstar adalah salah seorang anggota komplotan penjahat Rusia bersama Crimson Dynamo, Titanium Man dan The Griffin yang berubah pikiran dan berpihak kepada The Champions.

Bill Foster menjadi anggota tak tetap setelah direkrut menjadi ilmuwan yang bertanggung jawab terhadap fasilitas keamanan dan teknologi yang digunakan di markas The Champions, dengan kemampuannya sebagai Black Goliath, dia membantu The Champions melawan musuh bernama The Stranger.

Ghost Rider with Flame Cycle.
Musuh

Selain melawan makhluk asal Olympus, The Champions berurusan dengan penjahat-penjahat seperti:
  • Dr Edward Lansing Ilmuwan gila yang ingin menciptakan serum Supersoldier.
  • Rampage pengusaha bangkrut pencipta exo-skeleton yang mirip dengan teknologi Iron Man. 
  • The Griffin, Titanium Man, The New Crimson Dynamo komplotan penjahat asal Rusia yang ingin membawa kembali Black Widow dan temannya bernama Ivan ke Rusia. 
  • Warlord Kaa Makhluk berbentuk bayangan yang mampu merasuki manusia.
  • The Stranger Makhluk luar angkasa yang berusaha menjinakan bom yang akan menghancurkan alam semesta.
  • Stilt-Man Penjahat berarmor berkaki panjang.
  • Kamo Tharn Penguasa kota alam gaib yang buta dan mempunyai pasukan makhluk berbulu, gargoyle terbang, dan makhluk raksasa berupa lava. 
  • Swarm Si Manusia Lebah.
Ghost Rider with Skull Cycle.
Darkstar.
Di luar musuh The Champions sendiri ada juga M.O.D.O.K. musuh Iron Man yang melibatkan The Champions untuk mengalahkannya. Beserta The Avengers, The Champions membantu mengalahkan raksasa Typhon asal Negeri Olympus, Doctor Doom dan Magneto. Dalam pertarungannya dengan Doctor Doom dan Magneto, The Champions juga sempat berselisih paham dengan Hulk sehingga harus bertarung dengannya.

Bubar

The Champions juga pernah melawan pasukan Sentinel yang dikendalikan oleh The Vanisher. Setelah berhasil menang melawan Sentinel perpecahan mulai terjadi, Ghost Rider keluar karena merasa tidak diinginkan oleh sebagian anggota The Champions, Darkstar ingin kembali ke Rusia, Iceman yang sejak dulu memang ingin keluar akhirnya melakukannya, Hercules dan Black Widow ingin menjadi orang bebas lagi dan pergi ke New York, Sementara Angel selaku pendiri The Champions merasa marah dan kecewa.
Black Goliath.

Tersisa Angel, bersama Spider-Man mereka berusaha membebaskan Iceman yang dijebak dan diperbudak dalam kostum Rampage. Setelah itu Iceman dan Angel diculik pimpinan Sentinel bernama Master Mold untuk disingkirkan ke luar angkasa karena mereka berdua adalah mutant, tidak hanya mereka berdua, rupanya Hulk yang dikira Blob seorang mutant gemuk dan besar mirip Hulk ikut terculik, mereka bertiga berusaha melawan Master Mold dan berhasil kembali ke Bumi.

Action Figure

Black Widow, Toy Biz 2005.
Bingung dengan figur-figur solo di rumah, seperti Black Widow dan Ghost Rider, mulanya dikategorikan sebagai figur Marvel Knight bersama The Punisher, Daredevil, Elektra, Blade, dan lain-lain, tapi sejak figur Black Widow dimasukan ke dalam formasi The Avengers versi movie pertama semuanya jadi kacau, lagi pula untuk mengumpulkan versi Marvel Knight ada beberapa figur yang kurang seperti Moonknight.

Ada pula figur seperti Iceman yang tak bisa dimasukan ke dalam Tim Blue dan Gold X-Men versi komik karena tak punya figur Bishop dan Psylocke yang harganya selangit, jadi terpaksa bertahan di tim X-Men formasi animasi yang tidak melibatkan Iceman sebagai anggotanya, jadinya figur Iceman terbengkalai.

Iceman, Hasbro 2019.
Lalu ada figur yang dulu diidam-idamkan, Hercules versi klasik dari Hasbro, baru dapat akhir-akhir ini dengan harga terjangkau karena termasuk figur underrated, jadi harganya dari dulu segitu-gitu saja tak melambung tinggi. Tadinya figur Hercules ini mau disandingkan dengan Hulk sebagai lawan, tapi ekspresi mukanya nyengir jadinya urung.

Tinggal Angel, ada tapi versi outfit Four Horsemen Apocalypse jadi tak cocok. Seragam pertama Angel di komik The Champions berupa kombinasi merah kuning model baju tanpa kerah dengan dada terbuka dilengkapi ikat kepala, seiring dengan berjalannya cerita seragam itu rusak dan diganti dengan seragam versi merah putih ketika dia masih menjadi anggota X-Men dan seragam itu dipakainya sampai grup The Champions bubar.
Angel, Toy Biz 2005.

Nah, pas ada yang jual figur Angel merah putih X-Men produksi Toy Biz dengan harga murah saya masih baca komik The Champions edisi awal, saat itu Angel masih menggunakan seragam awal merah kuning, jadi tak ada niat untuk beli, paling custom atau kitbash saja, kalau mau bersabar tunggu Hasbro merilis Angel seragam merah kuning versi The Champions.

Lalu ketika baca The Champions edisi 8 ada adegan Angel mengganti seragamnya yang rusak akibat serangan dari Rampage dengan kostum lamanya ketika dia masih bergabung dengan X-Men dan seragam itu bertahan sampai komik The Champions berakhir.

Telat! Ketika memutuskan untuk membeli figur Angel versi X-Men itu sudah sold! Padahal sempat tak dilirik selama berhari-hari oleh anggota grup yang lainnya karena figur itu bukan merek Hasbro dan underrated, kecuali jika mengincar sayapnya untuk bahan custom.

Hercules, Hasbro 2007.
Ghost Rider, Toy Biz 2004.
Drama berakhir begitu ada seller lain menjual figur Angel X-Men merah putih, akan tetapi harganya lebih mahal dari pada sebelumnya.

Mau tak mau beli biar anggota The Champions lengkap. Sebenarnya masih ada yang jual figur ini jauh lebih murah, namun kebanyakan tanpa sayap atau versi variant biru putih.

Otentik

Ada semacam dilema pada action figure The Champions ini.

Pertama dalam hal merek, untuk sementara Hasbro belum mengeluarkan figur Angel versi X-Men klasik merah putih, jadi terpaksa menggunakan figur merek Toy Biz, terkadang ukuran skala figur Hasbro dan Toy Biz sering out of scale, padahal sama-sama figur 6".

Sebenarnya phasing Ghost Rider sering ditampilkan dalam komik The Champions ketika Johnny Blaze sedang menghadapi bahaya, namun versi action figure produksi Toy Biz memasangkan figur versi phasing ini dengan Flame Cycle, jadinya rancu, karena dalam fase ini Ghost Rider tidak bisa menciptakan Flame Cycle.

Selain itu terdapat masalah pada figur Ghost Rider, motor yang digunakan dalam komik The Champions adalah Skull Cycle dan Flame Cycle, keduanya diproduksi oleh Toy Biz, sayangnya figur Ghost Rider dari Toy Biz seragamnya berwarna hitam, sementara warna seragam Ghost Rider dalam komiknya berwarna biru strip putih kebiru-biruan.

Memang Toy Biz merilis Ghost Rider versi seragam biru sebagai variant, namun kepalanya tidak berupa tengkorak utuh, tapi berupa wajah Johnny Blaze yang sedang bertransformasi menjadi Ghost Rider.

Ghost Rider versi Hasbro sudah sesuai dengan versi komik The Champions, seragam biru dangan kepala berupa tengkorak utuh, namun sayang motornya tidak sesuai komik, alih-alih model Choper modelnya malah dibikin seperti Harley Davidson dengan efek kobaran api di beberapa bagian.

Jadi untuk mengejar sosok Ghost Rider versi Johnny Blaze klasik yang ideal harus menggabungkan dua elemen yaitu figur Ghost Rider berseragam biru dengan kepala tengkorak utuh dari Hasbro dan motor Skull Cycle atau Flame Cycle dari Toy Biz. Itu pun kalau dilihat dari skala motor dan figur kayaknya kurang proporsional, figur Hasbro agak terlihat besar ketika mengendarai motor dari Toy Biz.

Paling ideal figur versi phasing ini dipasangkan dengan Skull Cycle (versi reguler produksi Toy Biz) atau diganti dengan figur Ghost Rider seri Rider dari Hasbro.

Kedua, faktor kemiripan antara versi action figure dan versi komik. Angel, dalam komik The Champions seragam kedua Angel versi X-Men berwarna putih merah dengan sarung tangan dan sepatu warna kuning, sedangkan versi action figure-nya sarung tangan dan sepatunya berwarna putih jadi kurang otentik.

Hercules, dalam komik Hercules memakai kostum orange bernuansa hijau, memakai ikat kepala, dan memakai sabuk dengan kepala singa, sedangkan versi figurnya warna seragamnya terbalik warna hijau lebih dominan dari pada orange, ikat kepala diganti menjadi semacam pelindung telinga, sabuk berkepala singa diganti menjadi semacam logo inisial letter "H", selebihnya hampir sama.

Iceman, Iceman versi vintage/retro dari Hasbro lumayan mirip dengan versi komiknya, jadi tidak terlalu masalah tinggal melepas sabuk berlogo X pada figure-nya jadi lumayan otentik, walau pun dalam komiknya Iceman sempat mengubah penampilannya dengan seragam baru yang bisa dilihat pada bagian sabuk dengan inisial "C" untuk Champions.

Black Widow, dalam komik The Champions Black Widow tak pernah membuka seragamnya sampai dada bahkan sampai leher pun jarang, jadi walaupun action figure versi Toy Biz model rambutnya cukup otentik, namun action figure dari Hasbro seri vintage/Retro lebih mendekati versi komiknya, terlebih bila kepalanya diganti dengan versi Black Widow seri Rider produksi Hasbro.

Black Widow, Toy Biz.
Paling suka penampilan Black Widow di komik ini ketika dia memakai trench coat, dan Black Widow Toy Biz lebih pantas memakainya dibandingkan dengan Hasbro, Black Widow hasbro agak pendek bila disandingkan dengan versi Toy Biz sehingga trench coat-nya tampak kebesaran.

Ghost Rider, seperti yang telah dijelaskan di atas untuk mengejar kemiripan action figure Ghost Rider dengan versi komik The Champions harus melibatkan dua produk yang berbeda agar mendapatkan wujud Ghost Rider klasik yang ideal. Ghost Rider memang paling sulit.

Black Goliath, figur (Black) Goliath telah diproduksi Hasbro pada 2010 dengan ukuran 12” dalam seri Marvel universe-Fury Files Only at Walmart dan dipasangkan dengan Thor setinggi 3,75”, akan tetapi kostumnya tidak sama dengan versi komik The Champions. Jadi easy pass, lagi pula bukan anggota tetap The Champions.

Ketiga, tentu saja belum diproduksinya salah satu anggota baru The Champions Darkstar baik oleh Toy Biz atau Hasbro, bahkan setahu saya belum ada produsen mainan yang telah memproduksi figur Darkstar, jadi butuh penantian panjang. Sebenarnya sudah ada yang custom dari figur lain dan hasilnya cukup memuaskan. Bahkan kalau Hasbro niat membuat figur Darkstar bahan-bahannya sudah ada model baju bisa diambil dari figur Storm, head sclupt bisa diambil dari Polaris, model rambutnya bisa diambil dari Scarlet Witch, dsb.

MU Black Goliath, Hasbro 2010. Tak akurat komik The Champions.
Pun bila dibikin, Hasbro pasti pilih kostum yang lebih baru bukan versi awal kemunculannya di komik The Champions karena secara teknis lebih susah, sementara kostum baru tinggal dicat dan ditempeli decal.

Overall, kalau termasuk yang nitpicky semua figur yang telah dirilis tak akan ada yang ideal dengan versi komiknya, tapi kalau digeneralisir semuanya hampir mirip, jadi have fun dengan yang ada saja lah ya....

Bagi fans The Champions menunggu versi filmnya mungkin "jauh panggang dari api", hampir mustahil terjadi, tapi kalau mengingat film Guardian of the Galaxy harapan itu ada, setidaknya serial TV ya. Ghost Rider, Black Widow, Iceman, Angel pernah tampil di layar lebar, tinggal Hercules saja yang belum nih hehehe....

Jadi untuk sementara puas-puasin dulu action figure-nya karena selain itu nyaris tak ada lagi memorabilianya seperti games, film, dll. seakan-akan Marvel ingin melupakan grup ini pernah ada.



Update 16 Juli 2020!

Gambit dan the Champions.
Pantas saja bingung pas lihat Gambit bersama anggota grup Champions of Los Angeles dalam satu frame. Kirain Gambit jadi salah satu anggota grup tersebut, ternyata bukan, cuma sebagai mutant yang ikut membantu dalam peristiwa yang tidak terduga saja.

Cerita tersebut tidak ada dalam kumpulan komik TPB The Champions atau komik solo Gambit, tapi memang legit official keluaran Marvel. Yang membuat bingung adalah kostum Gambit dan kostum grup The Champions dalam ilustrasi itu, keduanya tampak janggal menurut kronologi timeline Marvel.

Model kostum Gambit itu dipakai pada tahun 90-an, sedangkan kostum The Champions yang dikenakan model tahun 1975, jadi jelas rancu dan ‘gak nyambung.

TALES FROM THE MARVEL VAULT

Tidak mudah mencari tahu tentang cerita ini karena selain tak ada di komik The Champions atau Gambit, cerita ini juga bagian dari komik lini Marvel Vault (2011), lini ini memuat kisah tokoh-tokoh Marvel yang belum pernah diungkap pada versi seri komik-komik reguler selama ini.

Marvel Vault tidak berlanjut dan hanya memuat kisah beberapa tokoh dan tim Marvel antara lain: Doctor Strange, Thunderbolts, Incredible Hulk & Human Torch, Defenders, dan Gambit. Judul-judul tersebut terbit dari Januari 2011 sampai September 2011.

Remy sebelum menjadi Gambit.
Marvel Vault Gambit

Walaupun terbit di tahun 2011, namun setting ceritanya diambil pada tahun 80-an dan 90-an, Gambit pertama kali diciptakan oleh Jim Lee pada Juli 1990, tampilannya sudah khas seperti yang kita kenal sekarang, mata hitam merah, pakai trench coat cokelat, dan lain-lain.

Di cerita the Vault Gambit belum berpenampilan seperti itu, dia tampak seperti orang kebanyakan di era 80-an dan belum menyebut dirinya sebagai “Gambit”, dia cuma seorang mutant bernama Remy Etienne LeBeau dengan kaos, potongan rambut, dan celana panjang kasual, bahkan matanya pun tampak normal seperti manusia biasa.

Di awal cerita Remy sedang mengamati sekelompok superhero yang dikenal dengan grup The Champions sedang mengeroyok penjahat bernama Rampage. Remy saat itu sedang janjian dengan seorang wanita yang menyewanya untuk melakukan pencurian di acara amal yang diselenggarakan oleh Warren Warthington. Warren adalah seorang anggota The Champions yang dikenal dengan nama Angel.

Di pesta amal tersebut hadir pula anggota Champions lainnya kecuali Iceman, yaitu Black Widow, Hercules, dan Ghost Rider, semuanya memakai kostum resmi jas dan gaun. Rencana Remy dan wanita misterius awalnya mulus, Warren berhasil dilumpuhkan, namun tiba-tiba datang penjahat bernama M.O.D.O.K. dengan niat dan tujuan yang sama untuk merampok orang-orang kaya yang hadir dalam acara tersebut.

Hercules berhasil dikendalikan M.O.D.O.K. suasana menjadi kacau, situasi itu dimanfaatkan Remy untuk mengambil gulungan naskah kuno incarannya lalu kabur, namun Remy berubah pikiran, dia memutuskus untuk membantu Black Widow dan Ghost Rider yang kewalahan menghadapi Hercules, dengan kekuatannya scroll itu diisi energi lalu dilemparkan ke arah M.O.D.O.K. sampai tak berdaya, Hercules pun lepas dari pengaruh M.O.D.O.K. situasi menjadi aman dan terkendali.

The Champions, komik Marvel Vault: Gambit.

Kesan

Ya, ceritanya begitu saja, Gambit sedikit menggunakan kekuatannya dalam cerita ini, cuma melakukan dua kali tembakan, skill akrobatiknya kurang diekspos, apalagi kemampuan menggunakan tongkatnya tak diceritakan sama sekali. Asal-usul matanya dari normal menjadi hitam merah pun tak ada.

Selain itu dalam komik Marvel Vault ini Ghost Rider membuat Flame Cycle tapi warnanya seperti Hell Cycle biasa, warna kostum Ghost Ridernya pun hitam abu, semantara di komik reguler The Champions warna kostum Ghost Rider perpaduan antara biru putih dan kuning. Begitu juga dengan kombinasi warna orange dan hijau Hercules antara versi komik Vault dan reguler berbeda.

Overall bacanya enjoy saja, apalagi artwork-nya dikerjakan oleh illustrator senior Marvel George Tuska. Cerita ini bisa dilewat sih, karena tidak terlalu signifikan terhadap latar belakang tokoh-tokohnya, kita bisa tahu asal-usul The Champions lebih jelas melalui komik regulernya bukan dalam komik versi Vault ini.

Asal-usul Gambit mungkin bisa lebih dinikmati melalui film Animasi X-Men versi 90-an, karena dalam komik ini latar belakangnya tak jelas, terlebih grup The Champions sudah bubar dan Gambit bergabung ke tim X-Men, jadi kesannya cerita ini sedikit pointless…..Jika ingin menunjukkan motivasi dan inspirasi Gambit dalam aksi heroismenya lebih baik dikisahkan di komik regulernya saja, bisa lebih detail dan terperinci.

Bagi yang ingin menikmati kisah Gambit dan The Champions ini ‘gak ada salahnya, cukup menghibur, bacanya juga enteng, dan bisa menambah wawasan serta khazanah tentang dunia Marvel Universe yang tak pernah diulas sebelumnya dalam versi komik biasa. Enjoooy!