Showing posts with label komik promosi bri. Show all posts
Showing posts with label komik promosi bri. Show all posts

Saturday, August 20, 2011

Komik Niwasana

Relatif lebih gampang jika membuat komik sendiri…Dalam arti semua terserah ilustratornya…Cerita dan visualisasi…Waktu dan teknik pengerjaan….Semuanya  bisa dibawa santai…Mungkin yang membuat mandeg adalah ide cerita…Klo dah dapat sih tinggal dikembangkan saja…Semua mengalir bagaikan air *halah*

Ayo teman! Klo pingin pacarnya tambah sayang bangeuuutz sama kamu, coba kasih dia hadiah yang bisa kamu dapatkan di Niwasana banyak pilihan mulai dari celana dan tas, hayooo buruan sebelum dia berpaling darimu!--->http://niwasana.blogspot.com/

Contoh komiknya bisa jadi seperti ini…Link di atas memang benar menunjukan alamat belanja online, jika mo pesen, pesen ajah sesuai prosedur yang dicantumkan di alamat blog tsb.

Pencantuman link telah mendapat persetujuan dari yg bersangkutan…Jadi ehehehe…Silahkan order. Have fun :D

Sunday, June 19, 2011

Dengarkan Editormu!*

Ada yang merasa cukup dengan deskripsi naskah yang dikasih editor untuk setiap panel komik yang akan di bikin? Klo bisa mah jangan deh...

Sebisa mungkin cari sebanyak-banyaknya informasi, referensi yang mendukung penggambaran visual untuk komik yang akan digarap. Jangan merasa cukup dengan foto-foto yang telah dikasih oleh editor.

Kadang2 editor hanya memberikan deskripsi umum tentang suatu adegan saja, tanpa disertai detail seperti kostum tokoh, sudut pandang, properti, background pendukung, gesture, ekspresi, dan lain sebagainya.

Hal itu bisa menjadi peluang komikus untuk menerjemahkan naskah dalam pikirannya menjadi rangkaian panel komik. Dalam tahap ini biasanya sketsa2 thumbnail sering dipakai sebelum mengerjakan sketsa di ukuran sebenarnya. Hal yang biasa dan telah menjadi satandar umum bagi seorang ilustrator gambar termasuk komikus.

Contoh sketsa komik berdasarkan deskripsi adegan dari editor. Kalau dilihat sekilas tampak biasa ajah, tetapi klo diperhatikan lebih lanjut banyak sekali kerancuan gambar yang gak disadari oleh ilustratornya, hal ini bisa dihindari dengan memperlihatkannya kepada editor, selain memperbaiki kerancuan gambar, editor bisa menambahkan detail lainnya.

Walaupun telah melihat referensi yang banyak disadari atau enggak, tidak semua ide yang telah dikerjakan oleh komikus bisa tercurah lewat sketsa yang telah dibuat. Segala macam unsur visual yang lebih baik dan bisa ditambahkan, baru diketahui ketika sketsa pertama telah jadi.

Idealnya pada tahap ini komikus memperlihatkannya kepada editor untuk dikoreksi dan direvisi. Penting agar idenya bisa disampaikan dan dipahami oleh pembaca.

Setelah disepakati, komikus bisa mulai lagi deh mengerjakan karyanya dengan tenang, karena ke depan pekerjaannya hanya bersifat teknis saja.

*Bukan untuk komik idealisme sendiri, jadi gak bisa semau gue alias kumaha aing we...Butuh koordinasi yang harmonis.

Saturday, May 14, 2011

Tips Komik Promosi

Kemarin, Jumat (13/5) dapat pesan dari editor tentang komik promosi yang telah saya bikin link, ternyata setelah dia perlihatkan komik yang telah jadi ke klien, kliennya memberi masukan, ternyata bahan visual yg telah dikasih gak boleh dipakai sembarangan.

Waktu itu gak ada pemberitahuan yang jelas ttg penggunaan bahan visual yg telah dikasih, saya pakai ajah seenaknya, misalnya bahan visual untuk kartu ATM dan banner saya pakai untuk background salah satu panel komik tsb, karena secara estetika menarik! Ternyata gak boleh, mereka punya aturan main sendiri. Selama bahan visual tersebut diaplikasikan pada kartu dan banner boleh saja, selain dari itu gak boleh.

 
Kiri: Bahan visual berupa ilustrasi kartu ATM tidak boleh dipergunakan untuk background pada panel komik, terlepas dari niat baik komikus untuk tujuan tertentu, misalnnya supaya anak tertarik untuk membuat kartu ATM setelah melihat ilustrasi pada panel tsb, kecuali memang sudah disepakati oleh berbagai pihak, diantaranya editor dan klien. Kanan: Gambar panel yang telah direvisi.

Lalu tentang penggunaan logo pada mesin ATM ternyata, posisi logo yang secara visual menarik menurut komikusnya blom tentu benar untuk mereka. Ada aturan2 tersendiri dalam menempatkan logo pada media tertentu.

Jadi teman, bertanyalah sampai sejelas-jelasnya pada editormu karena dia yang bisa menjembatanimu dengan kliennya supaya tidak terjadi salah paham yang mengakibatkan kamu harus merivisi hampir semua karyamu yang telah selesai.

Wednesday, May 4, 2011

Komik Promosi

Hai ho...Komik bisa menjadi media untuk promosi lho...
Berikut salah satu contohnya 

Sketsa

Berawal dari sketsa berdasarkan naskah yang dikirim oleh penerbit, sketsa di atas merupakan visualisasi dari deskripsi yang mereka tulis. Waktu pengerjaan bisa sehari...:D saya yakin teman-teman bisa lebih cepat mengerjakannya.


Penerbit tidak hanya mengirim naskah saja, mereka mengirim bahan visual berupa logo dan referensi foto untuk diolah. 

Tinta

Setelah sketsa oke, masuk ke tahap penintaan (tracing), saya lebih senang meninta dengan menggunakan spidol, enak dipakai, dan murah :D, hasilnya jg gak terlalu mengecewakan.


Waktu pengerjaan bisa setengah hari, atau tergantung sketsanya, idealnya perbaikan gambar dilakukan ditahap sketsa, tapi kadang-kadang perbaikan tersebut dilakukan pada proses tracing. 

Pewarnaan

Setelah proses tracing selesai gambar lalu discan dan dibersihkan dari kotoran yang terdapat di permukaan kertas untuk masuk ke proses pewarnaan dengan menggunakan photoshop.


Pengerjaan kurang lebih setengah hari bahkan lebih tergantung teknik dan detail pengerjaan. Ditahap ini pula semua bahan visual yang diberikan oleh penerbit berupa logo dan sebagainya ditambahkan. 

Balon Suara

Setelah pewarnaan selesai, naskah disertakan ke dalam komik berupa balon suara. Penempatan teks diatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu ilustrasi.


Waktu pengerjaan kurang lebih setengah hari. Sampai di sini dulu teman-teman, mudah-mudahan penjelasan singkat ini bermanfaat.