Thursday, August 27, 2026

Blokees, Produsen Mainan yang Melaju Cepat di Pasar Global

Dalam beberapa tahun terakhir, industri mainan koleksi mengalami perubahan yang cukup besar. Kolektor kini tidak hanya mencari action figure yang siap dipajang, tetapi juga produk yang memberikan pengalaman lebih: bisa dirakit sendiri, dimodifikasi, dikoleksi, hingga menjadi bagian dari komunitas penggemar.

Di tengah tren tersebut, nama Blokees muncul sebagai salah satu produsen mainan asal Tiongkok yang berkembang pesat dan semakin dikenal di berbagai negara. Di balik merek tersebut terdapat perjalanan bisnis yang sudah dimulai sejak 2014.

Berdiri pada 2014

Blokees merupakan merek yang berada di bawah kelompok usaha Bloks, perusahaan mainan asal Tiongkok yang didirikan pada 2014.

Profil perusahaan di LinkedIn mencantumkan tahun berdiri Blokees pada 2014, sementara sejumlah sumber lain mengenai sejarah perusahaan juga menempatkan awal berdirinya bisnis Bloks pada periode tersebut. Pendiri perusahaan adalah Zhu Weisong, yang kemudian membawa perusahaan berkembang dari bisnis mainan konstruksi menuju industri mainan karakter dan koleksi.

Pada tahap awal, perusahaan tidak langsung dikenal melalui action figure seperti yang sekarang banyak ditemui. Bisnisnya berkembang dari konsep building blocks atau mainan konstruksi.

Perubahan besar terjadi ketika perusahaan mulai mengembangkan konsep yang menggabungkan balok rakitan dengan karakter.

2022: Blokees Mulai Dikenal sebagai Produk Karakter Rakitan

Tahun 2022 menjadi salah satu titik penting dalam sejarah Blokees.

Pada tahun tersebut, produk BLOKEES-style assembly character toys mulai diluncurkan secara komersial, bersamaan dengan IP milik sendiri bernama Hero Infinity. Setelah itu, Blokees mulai memperluas bisnis melalui berbagai lisensi karakter internasional.

Inilah yang kemudian membuat nama Blokees semakin dikenal.

Alih-alih menjual action figure yang sudah jadi, Blokees menawarkan karakter dalam bentuk bagian-bagian yang harus dirakit. Konsumen mendapatkan pengalaman membuat figur tersebut sendiri sebelum akhirnya dapat dipajang atau dimainkan.

Konsep tersebut menjadi salah satu identitas utama Blokees.

Dari Mainan Rakitan Menuju Pasar Koleksi Global

Blokees dikenal melalui produk mainan karakter yang menggabungkan konsep model kit dengan dunia collectible toys. Produk-produknya umumnya terdiri dari beberapa bagian yang dirakit oleh pembeli sebelum menjadi figur utuh.

Konsep ini membuat pengalaman membeli Blokees tidak berhenti saat produk dibawa pulang. Ada proses merakit, memasang aksesori, menentukan pose, hingga dalam beberapa kasus melakukan modifikasi atau kustomisasi.

Dengan pendekatan tersebut, Blokees mencoba menarik beberapa kelompok konsumen sekaligus: anak-anak, penggemar karakter populer, kolektor, hingga para penggemar model kit.

Mengandalkan Karakter-Karakter Populer

Salah satu kekuatan terbesar Blokees adalah kemampuannya menghadirkan berbagai karakter dari franchise terkenal.

Portofolio produknya mencakup karakter dari dunia Transformers, DC, Evangelion, Naruto, Ultraman, Jurassic World, Minions, Hatsune Miku, Saint Seiya, Mega Man, dan berbagai lisensi lainnya.

Strategi ini membuat Blokees memiliki pasar yang luas. Seorang penggemar Transformers mungkin tertarik pada lini robotnya, sementara penggemar anime dapat menemukan karakter dari Naruto atau Evangelion.

Dengan kata lain, Blokees tidak hanya mengandalkan satu franchise besar. Mereka membangun katalog produk yang dapat menjangkau berbagai kelompok penggemar.

Tahun 2026 Menjadi Periode Ekspansi Besar

Sepanjang 2026, Blokees terlihat semakin serius memperluas kehadirannya di pasar internasional.

Pada ajang Spielwarenmesse 2026 di Nürnberg, Jerman, Blokees menampilkan ratusan produk dari berbagai lini. Kehadiran di salah satu pameran mainan terbesar dunia ini menjadi tanda bahwa perusahaan tersebut ingin memperkuat posisinya di pasar global.

Tidak lama kemudian, Blokees juga hadir di Toy Fair New York 2026. Di Amerika Serikat, mereka kembali menunjukkan portofolio produk yang luas, mulai dari model kit karakter hingga produk koleksi untuk berbagai kelompok usia.

Ekspansi tersebut kemudian berlanjut ke Asia Tenggara melalui Thailand Toy Expo 2026. Dalam pameran ini, Blokees memperkenalkan ratusan produk dan sejumlah model baru.

Rangkaian kehadiran di Jerman, Amerika Serikat, dan Thailand menunjukkan bahwa Blokees tidak lagi hanya berfokus pada pasar domestik Tiongkok. Perusahaan ini secara aktif membangun jaringan dan pengenalan merek di berbagai kawasan dunia.

Bukan Sekadar Menjual Mainan

Hal yang menarik dari perkembangan Blokees adalah strategi mereka yang semakin menekankan pada komunitas.

Pada 2026, perusahaan ini memperkenalkan misi baru dengan semangat “Inspire Creativity, Share Joy.” Pesan tersebut mencerminkan arah yang ingin ditempuh Blokees: bukan hanya menjual produk, tetapi juga mendorong konsumennya untuk berkreasi.

Penggemar dapat merakit figur, mengganti aksesori, membuat pose, melakukan modifikasi, repaint, atau membuat kreasi mereka sendiri.

Blokees juga mengembangkan konsep komunitas kreator melalui Blokees Family Creator atau BFC. Pendekatan seperti ini semakin penting di industri koleksi modern karena produk yang memiliki komunitas aktif biasanya dapat mempertahankan minat penggemarnya dalam jangka panjang.

Indonesia Menjadi Salah Satu Pasar Penting

Bagi penggemar mainan di Indonesia, perkembangan Blokees juga memiliki arti tersendiri.

Data perusahaan menunjukkan bahwa bisnis internasional Blokees mengalami pertumbuhan sangat besar dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia disebut sebagai salah satu pasar luar negeri yang memberikan kontribusi penting terhadap pertumbuhan bisnis internasional perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia memiliki posisi yang semakin diperhitungkan oleh produsen mainan koleksi asal Tiongkok.

Fenomena tersebut sebenarnya cukup mudah dipahami. Indonesia memiliki komunitas kolektor yang besar dan beragam, mulai dari penggemar action figure, model kit, anime, film, komik, hingga karakter robot.

Produk Blokees berada di tengah berbagai kategori tersebut. Mereka menawarkan karakter populer dalam bentuk yang bisa dirakit dan dikoleksi, sehingga menarik bagi konsumen yang ingin mencoba model kit tanpa harus langsung masuk ke produk yang sangat rumit atau mahal.

Membentuk Ekosistem Produk

Blokees juga terus memperluas jenis produknya. Mereka tidak hanya memiliki satu format mainan, tetapi mengembangkan berbagai lini dengan tingkat kompleksitas dan konsep yang berbeda.

Beberapa produk ditujukan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman merakit sederhana. Sebagian lainnya menawarkan detail, aksesori, dan kemungkinan pose yang lebih banyak.

Selain itu, Blokees juga mengembangkan produk dengan konsep surprise box atau blind box, yang menggabungkan unsur kejutan dengan aktivitas mengoleksi.

Strategi ini memungkinkan satu merek menjangkau berbagai jenis konsumen. Ada yang membeli untuk dimainkan, ada yang membeli untuk dipajang, dan ada pula yang berburu karakter tertentu untuk melengkapi koleksi.

Tantangan di Masa Depan

Meski berkembang cepat, Blokees tetap menghadapi persaingan yang tidak ringan.

Pasar mainan koleksi saat ini dipenuhi oleh banyak produsen besar. Blokees harus bersaing dengan perusahaan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam industri action figure, model kit, collectible toys, dan blind box.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas produk. Ketika sebuah perusahaan berkembang sangat cepat dan meluncurkan banyak produk dari berbagai lisensi, konsistensi kualitas menjadi faktor yang sangat penting.

Ketersediaan produk, harga, distribusi, serta kualitas layanan di berbagai negara juga akan menentukan apakah pertumbuhan cepat tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Blokees Sedang Berada dalam Fase Penting

Hingga 2026, Blokees tampak sedang berada dalam salah satu fase paling penting dalam sejarah perusahaannya.

Merek ini terus memperluas lisensi karakter, menghadirkan lini produk baru, memperkuat komunitas penggemar, dan tampil dalam berbagai pameran mainan internasional.

Blokees kini bukan lagi sekadar nama baru yang menawarkan model kit karakter. Perusahaan ini sedang membangun posisinya sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif dalam pasar mainan koleksi global.

Apakah Blokees akan mampu mempertahankan pertumbuhan tersebut dalam beberapa tahun mendatang tentu masih harus dilihat. Namun, satu hal sudah cukup jelas: perkembangan mereka patut diperhatikan.

Bagi kolektor dan penggemar mainan, perjalanan Blokees menarik karena memperlihatkan bagaimana sebuah perusahaan asal Tiongkok dapat memadukan lisensi karakter terkenal, model kit, collectible toys, dan komunitas kreator dalam satu strategi bisnis.

Dengan ekspansi yang terus berjalan dan perhatian yang semakin besar terhadap pasar internasional—termasuk Indonesia—Blokees berpotensi menjadi salah satu nama yang semakin sering ditemui di rak kolektor pada tahun-tahun mendatang.

Masih Enjoy Beli FondJoy?

Pengantar

Mulai ngeuh dengan merek Fondjoy ini pas mereka merilis figure Superman Henry Cavill kurang lebih setahun yang lalu, enggak terlalu tertarik karena mirip dengan mainan kawe dan tidak akurat, lagi pula figure yang saya kumpulkan skalanya1/12.

Tapi pas memperhatikan postingan teman-teman tentang figur Fondjoy ini kualitasnya tampak mulai meningkat, terutama pas rilis figur Batman versi Ben Affleck, di situ mulai tergiur. Lalu pas mereka rilis Superman James Gunn 2025 dan versi two pack Superman Batman kualitas figurnya semakin keren. Lanjut ke Superman Black Suit yang detail head sculpt-nya sungguh ajib! Sayang saya enggak ikut PO karena kurang sreg dengan warna kostumnya.

Saat yang dinantikan pun tiba, Fondjoy merilis Superman 2.0 Batman V Superman warna biru merah dengan HS yang enggak kalah keren dengan versi Black Suit. Ada niat beralih ke merek ini dari pada terus bertahan dengan McFarlane, namun baru saja mulai jatuh hati pada merek ini eh ada kabar Fondjoy melakukan downgrade, padahal dengan detail seperti itu saya berharap mereka merilis figur-figur tokoh DC versi movies lainnya, terutama Superman versi Christopher Reeve.

Benarkah demikian? Masih simpang siur, berikut ini rangkuman perjalanan merek Fondjoy dari berbagai sumber.  

Fondjoy Year One

FondJoy adalah salah satu nama yang dalam beberapa tahun terakhir cukup cepat menarik perhatian penggemar action figure. Bagi kolektor awam, merek ini mungkin terlihat seperti perusahaan yang tiba-tiba muncul dengan banyak produk berlisensi, terutama karakter DC. Namun, perkembangan FondJoy ternyata tidak sesederhana itu. Di balik nama tersebut terdapat hubungan dengan sejumlah pihak lain, termasuk YuanYe Culture, serta perkembangan terbaru yang memunculkan nama LPZZ dan UPFinegures.

Berikut kronologi perjalanan FondJoy berdasarkan data publik yang tersedia hingga 27 Agustus 2026, sekaligus penjelasan mengenai isu terbaru yang beredar di kalangan kolektor.

2023: FondJoy resmi berdiri dan mulai memasuki pasar

FondJoy beroperasi di bawah Guangzhou FondJoy Cultural Creativity Co., Ltd. atau Guangzhou Fanle Culture Creative Co., Ltd. Perusahaan tersebut tercatat didirikan pada 13 Februari 2023.

Profil perusahaan menjelaskan bahwa FondJoy merupakan merek mainan koleksi milik Fanle Culture. Konsep yang dibawa sejak awal cukup sederhana: menghadirkan mainan dan produk koleksi yang menarik, berkualitas, tetapi tetap memiliki harga yang relatif terjangkau.

Pada tahun yang sama, nama FondJoy mulai terlihat secara internasional melalui lini action figure DC skala 1/9. Beberapa retailer sudah membuka pre-order untuk karakter seperti Batman, Harley Quinn, dan Cyborg dengan estimasi pengiriman pada pertengahan 2023.

Inilah fase ketika FondJoy mulai dikenal sebagai pendatang baru yang berani masuk ke pasar action figure berlisensi.

2023–2024: FondJoy membangun identitas melalui figur DC

Pada fase awalnya, FondJoy paling mudah dikenali lewat action figure DC berskala 1/9. Skala ini berada di antara action figure kecil 1/12 dan collectible premium berukuran 1/6.

Strategi FondJoy cukup menarik. Mereka tidak hanya membuat figur yang sederhana untuk dipajang, tetapi mencoba menawarkan artikulasi, aksesori, dan sculpt yang lebih detail dengan harga yang relatif kompetitif.

Karakter DC menjadi fondasi utama merek ini. Kolektor mulai melihat nama FondJoy pada berbagai figur Batman, Superman, Wonder Woman, Harley Quinn, Cyborg, dan karakter lainnya.

Katalog kolektor HPOI menunjukkan bahwa FondJoy kemudian terlibat dalam puluhan produk, termasuk berbagai lini action figure, model kit, serta produk dari lisensi lain.

2024: Hubungan FondJoy dengan YuanYe Culture semakin terlihat

Pada tahap ini, publik mulai melihat bahwa FondJoy tidak selalu berdiri sendirian dalam proyek-proyek berlisensinya.

Sejumlah materi promosi yang berasal dari jaringan YuanYe Culture secara terbuka menyebut FondJoy sebagai salah satu “YuanYe partner members” atau anggota/mitra dalam ekosistem bisnis YuanYe. Salah satu contoh yang cukup jelas adalah proyek action figure Sun Wukong – Hellfire dari Honor of Kings. YuanYe Culture disebut memperoleh lisensi resmi, sementara FondJoy disebut bertindak sebagai distributor utama produk tersebut.

Pola serupa juga muncul pada proyek Marvel. Dalam promosi produk Marvel Infinity Saga pada 2025, YuanYe Culture disebut sebagai pihak yang memperoleh lisensi resmi, sedangkan FondJoy disebut sebagai mitra YuanYe yang menangani distribusi utama produk.

Hal ini penting karena sejak titik tersebut, FondJoy lebih tepat dipahami bukan selalu sebagai pemilik tunggal seluruh proyek dan lisensi, melainkan sebagai bagian dari jaringan bisnis dan produksi yang lebih luas.

2025: Katalog FondJoy semakin besar

Memasuki 2025, produk yang menggunakan nama FondJoy semakin beragam.

Selain action figure DC 1/9, katalog yang tersedia juga menunjukkan produk seperti:

·         Batman versi film dan berbagai varian DC;

·         Superman;

·         model kit Iron Man dari Marvel;

·         produk Honor of Kings;

·         serta sejumlah collectible lainnya.

HPOI mencatat, misalnya, produk seperti Armored Batman dari Batman v Superman, Iron Man Mark 45, Iron Man Mark 46, dan Han Xin dari Honor of Kings.

Pada periode ini, FondJoy bukan lagi sekadar merek baru dengan beberapa figur DC. Mereka mulai terlihat sebagai pemain yang mencoba menjangkau beberapa kategori collectible sekaligus.

2025–2026: FondJoy terus merilis produk besar

Salah satu perkembangan penting adalah figur Batman versi Michael Keaton dari The Flash dalam skala 1/9.

Pada Februari 2026, muncul informasi bahwa versi standar figur tersebut mulai dikirim kepada konsumen, sedangkan versi Deluxe mengalami penundaan.

Produk tersebut menunjukkan bahwa hingga 2026, nama FondJoy masih tetap muncul secara aktif di pasar collectible. Katalog HPOI juga mencatat beberapa produk FondJoy dengan jadwal pengiriman pada 2026, termasuk Superman 2.0 dan Batman Michael Keaton.

Data pameran industri mainan di Tiongkok yang masih dapat diakses pada 2026 juga mencantumkan Guangzhou FondJoy Cultural Creativity Co., Ltd. sebagai perusahaan di kategori action figure, collectible toys, model kit, blind box, dan berbagai kategori mainan lainnya.

Lalu muncul lini The King of Fighters

Perkembangan yang kemudian menjadi perhatian besar adalah munculnya proyek The King of Fighters (KOF).

Pengumuman yang beredar dari kanal FondJoy menyatakan bahwa lini action figure KOF skala 1/12 telah memperoleh lisensi resmi dari SNK. Salah satu karakter yang kemudian muncul dalam pembahasan dan materi promosi adalah Orochi.

Bagi penggemar, proyek ini menarik karena FondJoy sebelumnya lebih dikenal lewat figur DC skala 1/9. KOF 1/12 tampak seperti langkah baru ke pasar action figure bergaya Jepang dengan artikulasi tinggi.

Namun, justru di sekitar proyek inilah mulai muncul pertanyaan mengenai posisi FondJoy.

Muncul LPZZ dan UPFinegures

Sementara nama FondJoy masih terlihat pada sejumlah produk, pasar collectible juga semakin sering melihat nama LPZZ dan UPFinegures.

Pada 2026, retailer internasional mencatat berbagai produk yang menggunakan kombinasi nama:

·         Yuanye Culture × LPZZ;

·         LPZZ × UPFinegures;

·         Yuanye × UPFinegures.

Produk-produk tersebut mencakup action figure DC skala 1/12, seperti Batman Arkham Knight, Batman Absolute Universe, Catwoman, Red Death, dan karakter lainnya.

Dari sudut pandang kolektor awam, perubahan nama ini tentu membingungkan. Dahulu banyak perhatian tertuju pada FondJoy, tetapi kemudian proyek-proyek baru tertentu justru tampil dengan nama LPZZ atau UPFinegures.

5 Agustus 2026: Munculnya Informasi Tiga Versi Produk

Pada 5 Agustus 2026, mulai beredar informasi mengenai penampakan close-up figure Fondjoy dalam versi Basic. Bersamaan dengan itu, pihak yang terkait dengan Fondjoy/Yuanye menyampaikan bahwa ke depan figure mereka direncanakan hadir dalam tiga tingkatan versi.

Versi pertama adalah Basic Edition, yang disebut sebagai versi dengan kepala dan aksesori standar. Versi ini ditujukan untuk menawarkan produk dengan konfigurasi yang lebih sederhana.

Di atasnya terdapat Premium Edition, yaitu versi yang pada dasarnya lebih lengkap. Edisi ini disebut akan menggunakan kemasan yang lebih menarik, memiliki peningkatan pada head sculpt, serta menawarkan variasi aksesori yang lebih banyak.

Sementara itu, tingkat tertinggi adalah Player’s Edition. Versi ini direncanakan memiliki head sculpt yang lebih refined, aksesori yang lebih detail, serta kualitas pengecatan yang lebih baik. Player’s Edition, seperti lini premium tertentu dari Yuanye, disebut hanya akan tersedia melalui sistem pre-order dan tidak akan diproduksi sebagai stok reguler di toko.

Dengan demikian, informasi awal tersebut menunjukkan adanya tiga kategori produk:

·         Basic Pack

·         Premium Pack

·         Player Pack

Namun, pada tahap ini detail mengenai Player Pack masih sangat terbatas. 

6 Agustus 2026: Basic Version Mulai Munculkan Kejutan

Sehari kemudian, pada 6 Agustus 2026, informasi mengenai Basic Version semakin ramai diperbincangkan setelah produknya mulai ditemukan di sejumlah toko fisik di Indonesia.

Kemunculan versi ini cukup mengejutkan karena sebelumnya belum ada pengumuman resmi yang menjelaskan secara luas mengenai perbedaan versi tersebut kepada publik. Untuk pertama kalinya, banyak kolektor melihat secara langsung Fondjoy dalam format yang berbeda dari produk yang biasa mereka kenal.

Basic Version hadir dengan sejumlah penyederhanaan. Kemasan menggunakan model blister packaging, kualitas pengecatan dibuat lebih sederhana, jumlah aksesori dikurangi, dan figure tidak dilengkapi stand base. Konsepnya jelas: menghadirkan Fondjoy dengan harga yang diharapkan lebih terjangkau.

Namun, muncul pula kesalahpahaman bahwa blister packaging merupakan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Fondjoy. Faktanya, Fondjoy sebelumnya juga pernah merilis sejumlah produk dalam kemasan blister, termasuk beberapa karakter seperti Joker, Mera, Superman, The Dark Knight, Wonder Woman, dan Harley Quinn.

Informasi yang beredar dari komunitas dan anggota Yuanye Indonesia kemudian semakin memperjelas bahwa perusahaan memang sedang merencanakan tiga tingkatan produk:

1.   Basic Version — kemasan blister, aksesori lebih sedikit, pengecatan sederhana, tanpa stand base, dan harga yang lebih rendah.

2.   Premium Version — versi yang selama ini paling umum dikenal kolektor, dengan aksesori lebih lengkap, kualitas pengecatan lebih baik, serta tambahan head sculpt.

3.   Player Version — versi dengan detail yang lebih tinggi, termasuk pengecatan, head sculpt, dan aksesori yang lebih refined. Versi ini direncanakan hanya tersedia melalui pre-order dan tidak diposisikan sebagai produk stok reguler di toko fisik.

12 Agustus 2026: Basic Version Memicu Pertanyaan dari Kolektor

Memasuki pertengahan Agustus, kehadiran Basic Version mulai memunculkan perdebatan di kalangan kolektor.

Sekitar seminggu setelah kemunculannya, semakin banyak kolektor yang menyadari bahwa figure yang muncul di retail merupakan versi berbeda dari produk Fondjoy yang biasa mereka beli. Basic Version hadir dengan kemasan plastik, sementara versi Premium dikenal dengan presentasi produk yang lebih mewah dan konfigurasi yang lebih lengkap.

Pertanyaan utama kemudian muncul: apakah Basic Version memang diperlukan?

Di satu sisi, konsep produk yang lebih sederhana dapat membuka peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, sebagian kolektor mempertanyakan efektivitas strategi tersebut, terutama ketika harga produk di toko retail dinilai masih tidak terlalu jauh dari harga Fondjoy versi reguler.

Perbedaan kualitas menjadi perhatian utama. Dengan pengecatan yang lebih sederhana, aksesori yang berkurang, serta tanpa stand base, sebagian kolektor merasa penurunan spesifikasi terlalu besar dibandingkan dengan selisih harga yang diharapkan.

Reaksi di komunitas pun cukup beragam. Banyak kolektor yang terkejut melihat tampilan pengecatan Basic Version dan mulai mempertanyakan apakah Fondjoy sebaiknya tetap fokus pada Premium Version saja. Ada pula yang berpendapat bahwa sistem pre-order bisa menjadi solusi untuk menjaga harga tetap lebih kompetitif tanpa harus memangkas terlalu banyak fitur dari produknya.

16 Agustus 2026: Perbedaan Basic dan Premium Semakin Diperjelas

Pada 16 Agustus 2026, kebingungan mengenai perbedaan kedua versi mulai coba dijelaskan secara lebih sederhana. Sebagai contoh, kolektor menggunakan produk Knightmare untuk membandingkan Basic Version dengan Premium Version.

Secara umum, Basic Version memiliki beberapa perbedaan utama:

·         Tidak dilengkapi stand base

·         Tidak memiliki head sculpt tambahan

·         Kualitas pengecatan dibuat lebih sederhana untuk menekan biaya produksi

Dengan penjelasan tersebut, semakin jelas bahwa produk Fondjoy yang muncul di sejumlah toko retail—terutama untuk karakter atau produk yang sebelumnya sudah pernah beredar—dapat saja merupakan Basic Version, bukan Premium Version yang selama ini lebih familiar bagi kolektor.

Hal ini membuat konsumen perlu lebih teliti saat membeli, terutama melalui toko online. Nama karakter yang sama tidak selalu berarti produk yang dijual memiliki konfigurasi dan kualitas yang sama. Kini terdapat setidaknya dua versi yang perlu diperhatikan:

·         Basic Version

·         Premium Version

Sementara itu, kemasan blister sendiri bukan penanda mutlak bahwa sebuah produk merupakan rilisan baru. Fondjoy sebelumnya juga pernah menggunakan jenis kemasan tersebut pada sejumlah figure lama.

Strategi Baru yang Masih Mengundang Pro dan Kontra

Pada akhirnya, kehadiran Basic Version dapat dipahami sebagai upaya untuk memperluas pilihan produk Fondjoy. Dengan menghadirkan versi yang lebih sederhana, perusahaan berpotensi menjangkau kolektor yang sebelumnya merasa harga figure Fondjoy terlalu tinggi.

Namun, strategi ini juga memiliki risiko.

Fondjoy selama ini dikenal melalui produk dengan kualitas yang relatif menarik di kelas harganya. Ketika Basic Version menawarkan pengecatan yang lebih sederhana, aksesori yang jauh lebih sedikit, dan presentasi produk yang lebih minimal, sebagian kolektor khawatir versi tersebut justru dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kualitas merek Fondjoy secara keseluruhan.

Karena itu, perdebatan mengenai Basic Version bukan sekadar soal ada atau tidaknya aksesori tambahan. Perdebatan sebenarnya terletak pada pertanyaan yang lebih besar: apakah Fondjoy dapat memperluas pasar tanpa mengorbankan identitas kualitas yang selama ini menjadi daya tarik utamanya?

Hingga pertengahan Agustus 2026, gambaran strategi tiga tingkatan produk mulai terlihat: Basic untuk pilihan yang lebih sederhana, Premium sebagai versi utama yang lebih lengkap, dan Player Edition yang direncanakan berada pada level kualitas lebih tinggi dan berorientasi pada sistem pre-order.

Bagi kolektor, perubahan ini berarti satu hal penting: sebelum membeli Fondjoy, kini tidak cukup hanya melihat karakter atau harga. Versi produknya juga harus diperiksa dengan teliti. Karena satu karakter yang sama bisa hadir dalam paket, kualitas pengecatan, aksesori, dan harga yang berbeda.

Penutup

Kisah FondJoy menunjukkan bahwa dunia action figure modern tidak selalu sesederhana hubungan antara satu merek dan satu pabrik. Di balik sebuah produk dapat terdapat pemegang lisensi, pengembang, produsen, distributor, dan mitra bisnis yang berbeda.

FondJoy tumbuh cepat sejak 2023 melalui action figure DC 1/9. Setelah itu, merek ini berkembang ke berbagai lisensi dan kategori produk, sambil terlihat bekerja dalam jaringan yang melibatkan YuanYe Culture. Memasuki 2026, kemunculan LPZZ dan UPFinegures menandakan bahwa struktur proyek-proyek collectible tersebut sedang berubah atau berkembang.

FondJoy sedang berada dalam periode perubahan yang belum sepenuhnya transparan bagi publik. Nama FondJoy masih memiliki jejak pada produk dan lisensi tertentu, sementara proyek-proyek baru semakin banyak melibatkan nama YuanYe, LPZZ, dan UPFinegures.

Bagi kolektor, perkembangan beberapa bulan ke depan akan sangat penting. Jika ada pengumuman resmi mengenai status FondJoy, struktur LPZZ/UPFinegures, atau pengelolaan lisensi KOF, barulah gambaran perubahan ini dapat dipastikan dengan lebih jelas.

Tuesday, January 5, 2021

Black Widow Retro Series Head Swap

Pada 2018 lalu Hasbro mengumumkan lini baru Marvel Legends (ML) yang didekasikan untuk seri yang diusung oleh Toy Biz yaitu Legendary Riders pada tahun 2005.

Seri Legendary Rider produksi Toy Biz ini dirilis di seri 11 di antaranya: Iron Man Hulkbuster, Scarlet Witch, Taskmaster, The Thing, Ultron, Vengeance, Wolverine, dan Wonder Man. Lho? Ghost Rider kok 'gak termasuk? Bagaimana dengan Green Goblin? Entahlah yang jelas Ghost Rider dirilis Toy Biz lebih dahulu di ML seri 7

Pada 2018 Ghost Rider yang disertai motor dirilis ulang dengan mold yang baru oleh Hasbro berbarengan dengan Black Widow dalam seri Legendary Riders. Tak dipungkiri Ghost Rider paling menarik perhatian, sementara Black Widow agak “tenggelam”, padahal motor Black Widow tidak mengada-ada, penampilannya menggunakan motor berdasarkan komik Black Widow tahun 2016 karya Mark Waid dan Chris Samnee.

Motor Black Widow dalam seri ML Legendary Riders juga lumayan mirip dengan komiknya, tapi tetap saja zero interest dibandingkan dengan Ghost Rider, kecuali aksesori yang menyertainya yaitu alternatif head sclupt (HS) berambut panjang model klasik!



Alt. HS BW klasik itu cocok dengan Black Widow seri Retro produksi akhir 2017 yang memakai HS Mary Jane (MJ) two pack produksi pertengahan 2017 lalu. Teknik marketing yang menjengkelkan ‘kan? Hahaha….

Lebih menjengkelkan lagi pas lihat HS MJ itu cocok digunakan di badan Phoenix seri BAF Juggernaut 2016. Masih kurang jengkel? Pada akhir 2020 Hasbro merilis figur Gwen Stacy dalam seri retro disertai dengan alt. HS MJ versi komik karya John Romita Sr. yang ikonik! Bila dipasangkan dengan badan MJ seri two pack penampilannya benar-benar autentik komik! Face it, Tiger you just hit the Jackpot! Hahaha…..But wait! Skin tones-nya beda, oh bummer!

Balik lagi ke HS BW klasik, setelah naksir, menunggu, terus selalu telat didahului oleh buyer lain akhirnya bisa dapat pada menit-menit terakhir 2020 dan sampai di tangan pada Minggu 2021, sayangnya terdapat defect minor di bagian bibir atas.

Kalau dilihat dengan mata telanjang tak begitu jelas, namun pas di-zoom close up menggunakan kemera barulah tampak ada garis cat di atas bibir.

Akhirnya cat tersebut bisa hilang dengan menggunakan cairan aseton dibantu dengan ujung tusuk gigi yang telah diruncingkan ujungnya.

HS BW bawaan dari retro series dipasang di badan Phoenix, sedangkan body BW retro dipasang HS BW dari seri Riders, model rambutnya lebih autentik komik, namun sayang wajahnya terlalu melankolis, tidak "se-Rusia" BW produksi Toy Biz yang terlihat garang :D.

Over all memang tak terlalu ideal karena zipper khas berupa ring di kostum versi komik tidak disertakan pada versi action figure-nya, tapi lumayanlah untuk penantian sekitar 2-3 tahun, ya ‘gak? Hihihi…..Happy hunting Gaes!

Sunday, January 3, 2021

X-MEN Arcade Konami 1992

Pada tahun 1992 Konami membuat video game berdasarkan kartun X-Men tahun 1989 dengan judul X-Men: Pryde of the X-Men. Dirancang untuk enam pemain yang diwakili oleh tokoh X-Men yaitu: Cyclops, Colossus, Wolverine, Storm, Nigthcrawler, dan Dazzler.

Misi utamanya adalah menyelamatkan Professor X dan Kitty Pryde yang diculik oleh Magneto di markas Asteroid M yang terletak di ruang angkasa. Sebelum itu Tim X-Men harus menghadapi pasukan robot Sentinel seukuran manusia dan kelompok pimpinan oleh Magneto yang terdiri dari Pyro, Blob, Wendigo, Nimrod, The White Queen, Juggernaut, dan Mystique.


X-Men: Madness in Murderworld

Formasi tim X-Men ini sebelumnya juga pernah membintangi video game produksi Paragon Software pada tahun 1989. Awalnya game ini khusus untuk MS-DOS, Commodore 64, dan Amiga dengan judul X-Men: Madness in Murderworld, setelah itu dikembangkan oleh Paragon Software pada 1989.

Ceritanya kurang lebih sama Tim X-Men harus menyelamatkan Professor X yang diculik oleh Magneto dan Arcade. Game ini terdiri dari 500 aksi pertempuran dan teka-teki. Dalam edisi terbatas game ini disertai komik dalam kemasannya.

Monday, August 17, 2020

Toy Biz Cyclops 2005

Cyclops Don Heck

Pakai aksesori sabuk dari figure
Wolverine Hasbro.
Sebut saja Marvel Legends Cyclops Toy Biz 2005 ini Cyclops versi Don Heck (CDH) oke? Karena dari sekian ilustrator komik X-Men jadul yang menggambar sarung tangan model begitu cuma Don Heck saja yang lain enggak.

Pun dikoreksi pada judul buku berikutnya, jadi model itu cuma kesalahan interpretasi ilustratornya ketika menggarap komik X-Men.

Anehnya malah dipakai acuan referensi oleh Toy Biz untuk pembuatan action figure-nya kala itu. 

Saya dan teman saya sempat bingung dan aneh dengan sarung tangan Cyclops versi Hasbro tahun 2017, perasaan model sarung tangan yang benar itu versi Toy Biz....

Pas lihat komiknya justru yang autentik dan akurat itu sarung tangan versi Hasbro, rupanya selama ini kami terdoktrin oleh sarung tangan model Toy Biz.

Namun demikian baik Toy Biz dan Hasbro kurang akurat dalam mewujudkan bentuk visor, sementara Toy Biz model sabuknya lebih akurat walaupun terlalu tipis dan kekecilan.

Mainan Curah

Dapat figur Marvel Legends Cyclops Classic/Uncanny X-Men Toy Biz 2005 ini bareng Elektra, saat itu beli di depan toko mainan dalam kardus yang berisi figur-figur loose berbagai macam ukuran dan merek, pokoknya campur aduk, kebanyakan tidak lengkap atau aksesorinya terlepas, jadi jika beruntung kita harus mengaduk-ngaduk isi dus itu untuk melengkapai action figure yang diinginkan.

Selain Cyclops kostum biru ada pula versi variant-nya berupa kostum X-Factor, saya beli dua-duanya. Saking excited-nya sampai tak memperhatikan kondisi figur-figur itu, sekilas tampak baik-baik saja. Pas sampai rumah baru ketahuan rata-rata figur yang saya beli ada defect-nya, misalnya figur Toad dari X-Men the movie kedua tangannya kanan semua, nah kedua Cyclops ini kaki/telapak kakinya kiri semua…..

Tidak Akurat Komik

Selain defect banyak hal yang tak saya sukai pada figur Cyclops ini di antaranya model visor dan sabuknya. Visor-nya terlalu tebal dan kurang autentik pra/era Dave Cockrum, sabuknya terlalu tipis terutama di bagian buckle-nya.

Artikulasi juga terbatas, tak ada sendi abodemen/perut, pergerakan sendi leher terbatas cuma bisa rotasi saja, pose menengadah sulit. Potongan sendi pada figur ini terkesan merusak proporsi keselurahan terutama bagian kepala dan tangan.

Tebal visor membuat kepala Cyclops terlihat besar, sementara model lengannya tampak terlalu panjang menjuntai gara-gara potongan sendi dan model sarung tangannya yang kurang akurat dengan versi komiknya. Sebenarnya model tangan itu sempat muncul dalam komiknya namun cuma sebentar, selebihnya model sarung tangannya lebih akurat bikinan Hasbro dalam Marvel Legends Toys R' Us Exclusive 6" Cyclops & Dark Phoenix 2-Pack sekitar 2017.

Buccaneer boots-nya juga terlalu besar, mungkin model sepaha karena lipatannya begitu lebar dan sampai ke bawah, cukup akurat untuk versi real life, tapi untuk versi komik bedanya jauh, lipatan sepatunya dalam komik tak seekstrim itu.

Pun setelah ditelusuri memang ada sepatu bot Buccaneer yang tingginya cuma selutut atau di atas lutut saja, jadi penggambaran di komiknya dan buatan Hasbro lumayan autentik juga.

Warnanya pun kurang menarik, efek wash-nya memberikan kesan figur ini kotor, bahkan ketika figur ini baru dibuka dari kemasannya pun kesan itu masih tampak jelas.

Underrted Figure

Cyclops Toy Biz ini banyak beredar di market place dan grup kebanyakan kasusnya sama defect pada bagian kakinya, makanya harganya murah, tapi tak semurah yang saya dapatkan dulu. Jarang lihat yang jual Cyclops ini dengan kaki normal, makanya cukup lama bagi saya untuk tidak memperdulikan keberadaannya di pasaran.

Sampai suatu waktu harga Cyclops two pack meroket! Bukan Cyclops-nya sih, tapi figur Dark Phoenix-nya yang harganya melejit! Dulu pas musim PO (pre order) saya sempat mau patungan dengan teman, tapi karena sama-sama menginginkan figur yang diincar ‘gak jadi deh….

Kami dengan gampang melewatkannya karena Cyclops versi Hasbro ini tak begitu banyak diminati, orang-orang lebih cenderung mengincar Cyclops versi Jim Lee termasuk saya, bahkan seluruh timnya malah….

Make Over

Model sarung tangan & sabuk mirip
Toy Biz, sepatu botnya tidak.
Hasbro sendiri tak memperlihatkan tanda-tanda akan merilis versi kostum tim X-Men original kedua setelah versi first class-nya dirilis dalam seri Exclusive Toys R Us box set All New X-Men 5 pack yang terdiri dari Cyclops, Marvel Girl, Beast, Angel, dan Ice Man sekitar tahun 2014.

Kurang lebih enam tahun berlalu tanda-tanda itu belum muncul juga malah yang muncul Storm two pack with Thunderbird, sementara Banshee belum dirilis ulang, karena Banshee yang dirilis Hasbro sebelumnya di seri BAF Annihilus pada tahun 2006 skalanya terlalu kecil dengan figur Hasbro sekarang.

Jadi belum jelas figur two pack Cyclops itu akan dimasukan tim mana, karena Cyclops dalam kostum tersebut lumayan panjang usia pakainya mulai dari original team sampai tim baru versi Giant Size X-Men.

Lalu belum lama ini ada yang jual Cyclops Toy Biz 2005 ini dengan harga terjangkau dengan kaki normal, semua tampak normal begitu juga dengan keterangan dari seller-nya, pas paket sudah diterima memang semua tampak normal, tapi ada satu kekurangannya sendi bahu kanan loncer dan ada bunyi “koclak” di badannya yang menandakan ada sesuatu di dalam.

Ya paling solusinya di-swap saja dengan figur Cyclops lama saya yang keberadaannya entah di mana hahaha, karena kurang sreg dengan sabuknya saya tambahkan sabuk dari Wolverine Hasbro, tampak pas, walaupun kurang autentik, idealnya warna X di buckel-nya kombinasi kuning dan hitam, tapi Cyclops versi two pack Hasbro pun pakai sabuk Wolverine ini.

Mudah-mudahan Hasbro merilis ulang Cyclops klasik ini dengan tambahan aksesori berupa alternatif kepala seperti pada versi Cyclops X-Factor edisi vintage card tahun 2019, serta memperbaiki warna sabuknya sehingga lebih autentik komik.

Tuesday, August 11, 2020

PHK DC Comics dan HBO Oleh WarnerMedia

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di WarnerMedia berdampak besar pada DC Entertainment sebagai salah satu divisi bisnisnya.

Hari Senin, 10 Agustus 2020 WarnerMedia melakukan PHK dalam rangka restrukturisasi perusahaan termasuk DC Entertainment. Jim Lee yang dikenal sebagai ilustrator komik handal pada tahun 90-an turut terkena kebijakan ini, dia dikabarkan tidak lagi menjabat sebagai Chief Creative Officer di DC yang mengurus segala hal tentang proses kreatif seperti cerita, media, dan penerbitan di jaringan WarnerMedia.

Lebih dari 800 staf WarnerMedia yang terdiri dari 650 staf Warner Bros. dan 150-175 staf HBO yang terkena PHK. Konon, PHK ini berdasarkan pada kebijakan dari CEO WarnerMedia Jason Kilar yang ingin fokus pada bisnis platform jasa layanan streamline termasuk HBO Max dan CW yang akan dipindahkan ke platform baru tersebut.

Rencananya platform itu akan menawarkan konten tontonan dari Warner Bros., DC, Sesame Street Workshop, Turner Classic Movies, Studio Ghibli, Cartoon Network, Adult Swim, Crunchyroll, dan Loony Tones.

Padahal kurang dari dua minggu lagi DC akan menyelanggarakan acara DC Fandome pada 22 Agustus 2020 yang berisi pemutaran trailer Batman dan The Suicide Squad, penyampaian alur cerita komik DC secara keseluruhan, koleksi memorabilia terbaru, dan perkenalan para bintang film dari seri televisi dan film layar lebar mendatang, serta digadang-gadang akan menjadi perayaan brand DC Comics paling besar dan meriah.

Selain dari divisi percetakan dan digital, DC Direct yang khusus menangani merchandise dan collectibles manufactures ikut ditutup setelah 22 tahun beroperasi, dan rumornya akan diambil alih oleh Warner Bros. Consumer Products dalam menangani segala pernak-pernik dari DC termasuk action figure.

DC Direct telah membuat action figure tokoh-tokoh DC termasuk Batman, Superman, dll. sejak 1998-2012, pada 2012 ganti brand menjadi DC Collectibles, namun pada acara Toy Fair pada 20 Februari 2020 ganti nama lagi menjadi DC Direct. Para staf yang terdampak di divisi ini antara lain para scluptor, desiner, manajer, dan lain-lain.

Selain action figure DC Direct memproduksi patung, bust, replika, dan art prints khusus tokoh-tokoh komik DC dan film.

Sunday, June 28, 2020

THE ETERNALS

Doctor Damian, Margo,
dan Ike Harris.
Tertarik baca The Eternals karena ada tokoh Celestial makhluk sebesar gunung yang turun ke Bumi. Lupa persisnya kapan pertama kali lihat penampakan Celestial di dalam komik, mungkin tahun 90-an akhir atau tahun 2000-an awal, sejak saat itu jadi penasaran tentang tokoh tersebut.

The Eternals Karya Jack Kirby

Cerita dan gambar oleh Jack Kirby, volume 1 dan 2 dibuat pada tahun 1970-an, awalnya The Eternals merupakan cerita tersendiri lepas dari Jagat Marvel, namun seiring waktu The Eternals menjadi pondasi dasar bagi dunia Marvel yang dikenal sekarang, cerita saga ini bisa menghubungkan eksistensi dan keragaman tokoh-tokoh Marvel dalam satu kesatuan Universe.

Hubungan antara Manusia, Mutant, Inhuman, Deviant, Alien, dan kaum Demi God bisa ditelusuri melalui cerita The Eternals, tentunya melalui cerita-cerita komik yang telah diterbitkan Marvel setelahnya.

Sinopsis The Eternals 


Doctor Damian dan Margo.
Salah satu Celestial bernama Arishem berkunjung ke Bumi untuk kesekian kali, dipandu menggunakan mesin yang dibuat pada masa lalu dan diaktifkan lagi oleh salah satu Eternal bernama Ikaris.

Kaum Deviant yang tinggal di dalam perut Bumi merasa terancam dan berusaha menggagalkankannya, sementara umat Manusia tidak tahu apa-apa tentang hal ini kecuali ilmuwan bernama Damian dan putrinya yang bernama Margo.

Mereka mengetahui peristiwa ini dan terlibat di dalamnya saat melakukan penelitian artefak kuno di Pegunungan Andes bersama salah satu kaum Eternal bernama Ikaris yang saat itu menyamar sebagai manusia biasa bernama Ike Harris

The Deviant, The Human, dan The Eternal

Eksperimen Celestial.
Dahulu kala Kaum Celestial datang ke Bumi untuk melakukan eksperimen terhadap makhluk bumi. Mereka melakukannya terhadap kera purba, dengan menggunakan peralatan canggih dan bahan kimiawi mereka mampu mengubah kera menjadi tiga jenis spesies makhluk penghuni Bumi yaitu The Deviant, The Human, dan The Eternal.

Kaum Deviant, Human, dan Eternal.
The Deviant makhluk buruk rupa yang strukturnya tidak stabil, kegemaran mereka perang. The Human (manusia) makhluk eksperimen yang paling stabil, walau pun kegemaran mereka juga berperang namun ada kecenderungan untuk membangun perdamaian, dengan begitu manusia ditakdirkan untuk memelihara Bumi.

The Eternal merupakan makhluk hasil eksperimen kaum Celestials paling sempurna, imun terhadap waktu dan kematian, mereka hidup terpisah dari makhluk Bumi lainnya.

The Deviant tinggal di dalam perut Bumi dan menciptakan alat-alat perang mutakhir, manusia mengetahui tentang makhluk-makhluk ini melalui peristiwa-peristiwa teror dan berbagai macam legenda tentang setan. Perkembangbiakannya cukup massive.

Lemuria, negeri para Deviant.
The Eternals tinggal di puncak tertinggi Bumi. Mereka menjaga dan melindungi kehidupannya dengan mengembangkan kekuatan pikiran. Melalui kekuatan pikiran tersebut para Eternal bisa melakukan hal-hal yang bisa membuat manusia terpukau sekaligus menimbulkan rasa takut.

Misalnya kemampuan terbang, bergerak dengan kecepatan tinggi, memanipulasi molekul menjadi wujud tertentu, dan lain sebagainya.

Tirani kaum Deviant.
Ada batasan ketat bagi kaum Eternal untuk berkembang biak secara alami. Mereka cenderung melakukan regenerasi melalui proses "perbaharuan", apabila tubuhnya hancur atau binasa maka mereka "dibuatkan" tubuh baru yang sama persis menggunakan mesin berupa chamber. Manusia mengenal kaum Eternals melalui cerita mitos Dewa dan Dewi serta kisah para Nabi.

Misil Celestial.
Saat itu kaum Deviant mendominasi Bumi dengan kecanggihan teknologi persenjataan yang mereka ciptakan. Mereka banyak menaklukan wilayah di permukaan Bumi dan membangun kota-kota hebat dan menjadi penguasa, negerinya dikenal dengan nama Lemuria.

Alutsistanya lengkap mencakup pesawat terbang dan kapal selam berbahan logam, dengan sistem pertahanan tersebut mereka mampu menghancurkan peradaban manusia kuno yang ada di darat dan di lautan.

Manusia takluk dan diperbudak, tirani kaum Deviant ini berlangsung selama berabad-abad. Ketika pesawat Celestial berkunjung lagi ke Bumi, kaum Deviant menganggapnya sebagai ancaman terhadap kerajaan yang mereka bangun selama ini, mereka menyerang pesawat Celestial tersebut namun gagal.

Para Celestials membalasnya dengan meluncurkan satu misil yang hampir meluluhlantahkan semua kehidupan di muka Bumi termasuk wilayah yang ditinggali umat manusia, selain guncangan dari ledakan yang sangat dahsyat, misil itu mengakibatkan hujan, badai, dan angin topan. Gelombang lautnya banyak menenggelamkan pegunungan, kaum Eternal hanya bisa pasrah dan tak bisa melakukan apa-apa, mereka mengamati peristiwa itu dari pegunungan tertinggi.

Peradaban kaum Deviant hancur.
Namun salah satu Eternal bernama Ikaris berinisiatif membantu kaum Manusia yang ikut terkena dampaknya dengan cara membimbing mereka untuk membuat perahu dari kayu dan mengumpulkan jenis-jenis satwa ke dalamnya sebelum gelombang tinggi sampai.

Sejak selamat dari peristiwa itu manusia mulai membangun peradabannya lagi di muka Bumi.

Sisa-sisa kaum Deviant kembali ke dalam perut Bumi dan memutuskan membatasi perkembangbiakan mereka dan menjadi tak lekang terhadap waktu melalui teknologi yang mereka ciptakan.

Kunjungan Celestial

Celestial di antara Bangsa Inca.
Saking lama dan begitu banyak peristiwa sejarah yang dialami manusia sampai lupa tentang peristiwa di masa lampau tersebut, mereka menganggapnya sebagai mitos bukan fakta.

Pertempuran Manusia, Eternal, dan Deviant.
Salah satu bangsa yang masih mempercayai dan meyakini keberadaan makhluk-makhluk selain manusia di permukaan Bumi ini adalah Bangsa Inca yang tinggal di Pegunungan Andes, mereka hidup bersama kaum Eternals secara harmonis seribu tahun lalu.

Mereka bahkan membangun landasan dan mesin pemandu untuk menyambut kedatangan para Celestial, namun sayang, saat ini bangunan dan peralatan tersebut terkubur oleh peradaban modern dan hanya menjadi artefak bagi manusia masa kini.

Ikaris yang menyamar sebagai manusia biasa bernama Ike Harris menyadari kunjungan Celestial berikutnya semakin dekat, dia turut serta dalam penelitian Doctor Damian dan Margo untuk menemukan artefak yang telah lama hilang.

Ajak.
Kaum Deviant pun menyadari kunjungan Celestial semakin dekat, mereka berusaha untuk menemukan artefak tersebut dan berniat menghancurkannya sehingga para Celestial tidak sampai ke Bumi, dengan begitu para Deviant bisa kembali berjaya dan menguasai Bumi lagi.

Begitu kedua belah pihak bertemu antara kaum Deviant yang dipimpin oleh Kro dengan Ikaris, Doctor Damian, dan putrinya Margo terjadilah pertempuran, Ikaris terlalu superior bagi pasukan Deviant, mereka berhasil dipukul mundur, kalah, dan melarikan diri ke tempat asalnya, bersembunyi di bawah permukaan tanah dan lautan.

Artefak berupa landasan dan mesin pemandu pun berhasil diaktifkan, begitu juga dengan para Eternal lainnya yang bertugas menjaga Artefak tersebut berhasil dibangunkan oleh Ikaris, mereka dipimpin oleh seorang Eternal bernama Ajak, Ajak mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan para Celestial.

Tak lama pesawat Celestial tiba di atas atmosfer di Bumi, misi mereka di Bumi dipimpin oleh salah satu Celestial bernama Arishem, para Celestial yang ukurannya setinggi gunung ini mendarat di Bumi dan melaksanakan tujuannya masing-masing.

Pesawat Celestial mendarat.
Arishem mempunyai kru yang ukurannya sedikit lebih kecil dibandingkan dengannya, mereka disebut Host, para Host Celestial ini melakukan empat tahapan ekspedisi dalam kurun waktu tertentu, mereka bertugas untuk melakukan survey ke seluruh wilayah, mempelajari, dan meneliti tentang kondisi planet (Bumi) dari berbagai aspek lalu hasilnya dilaporkan ke pesawat induk di luar angkasa, Arishem yang tinggal di Bumi menunggu respon selanjutnya sekaligus betugas untuk melakukan ekseskusi hasil keputusan dari Pesawat Induk.  

The Other Eternals

Doctor Damian memutuskan untuk tinggal dan meneliti tentang kebudayaan Inca lebih lanjut bersama Ajak, sementara Margo dan Ikaris mengamankan diri dari para Deviant menuju New York. Di sana mereka bertemu dengan Eternal lain bernama Sersi yang lebih senang tinggal bersama dengan manusia. Ikaris menitipkan Margo pada Sersi untuk diberi perlindungan terhadap serangan yang akan dilakukan oleh para Deviant.

Serangan pasukan Deviant.
Pasukan Deviant yang dipimpin oleh Kro menyerang kota New York, terjadilah kepanikan, Sersi sadar tidak bisa menghadapinya seorang diri, maka dia pun meminta bantuan kepada para Eternal lainnya melalui Makkari seorang Eternal yang super cepat.

New York.
Sementara itu Ikaris dan kepolisian New York sibuk melawan pasukan Deviant. Sayang, kali ini Ikaris berhasil dilumpuhkan dengan tembakan gadget kecil ke arah dahi sehingga kesadarannya menghilang, setelah itu dia dimasukan ke dalam kapsul lalu dibuang ke laut.

Sersi dan Margo dijadikan tawanan oleh Kro. Bala bantuan pun datang, pimpinan tertinggi Eternal bernama Zuras mengirim putrinya bernama Thena dan Makkari sebagai utusan untuk membantu mengamankan situasi di kota New York.

Kro dan pasukannya kalah.
Kro dan pasukannya berhasil dilumpuhkan, Thena menuntut Kro agar Sersi, Margo, dan Ikaris dibebaskan dan bernegosiasi untuk tetap fokus terhadap persoalan yang sebenarnya yaitu para Celestial bersama-sama.

Serangan para Deviant tersebut menjadi fenomena bagi warga New York dan menjadi sensasi di berbagai negara melalui media.

Para Eternal dan Deviant yang selama ini sembunyi dan terlanjur menampakkan diri berusaha menjelaskan eksistensi masing-masing kepada umat manusia yang diwakili oleh mediator bernama Doctor Samuel Holden seorang ahli anthropology terkenal. Hal itu dilakukan untuk menghindari kepanikan, kesalahpahaman, dan perselisihan selama ini.

Doctor Samuel Holden.
Histeria di seluruh negeri bertambah dengan penampakan para Celestial di seluruh negeri di antaranya Gammenon Celestial kuning yang bertugas mengumpulkan berbagai benih kehidupan di Bumi ke dalam wadah berbentuk bola.

Lalu Jemiah Celestial hijau yang bertugas mempelajarinya. Tefral Celestial yang mampu mendeteksi keberadaan semua kehidupan di Bumi walau sekecil apa pun itu. Semua penampakan tersebut membuat para penghuni Bumi reaktif.

The Fourth Host

Kunjungan Celestials ini dibagi menjadi empat tahap, masing-masing tahapan disebut Host, Host pertama dilakukan pada saat satu planet (Bumi) hanya dihuni oleh makhluk purba, jika mereka menemukan makhluk yang serupa dirinya maka dilakukanlah eksperimen.

Para Celestial.
Host kedua saat eksperimennya berhasil dan tumbuh kembang para Celestial datang lagi ke planet tersebut (Bumi) untuk medisiplinkan makhluk-makhluknya, kalau perlu dengan cara kekerasan, bentuknya bisa berupa pemusnahan masal suatu peradaban, contohnya peristiwa yang dialami kaum Deviant berabad-abad lampau.

Host Ketiga berupa Inspeksi dan Budidaya, kurang lebih seribu tahun lalu bangsa Inca mengalami tahap ini dan menganggap kunjungan mereka sebagai Dewa yang turun dari langit.

Kaum Eternal yang terdiri dari Zuras (bangsa Inca menyebutnya sebagai RedBeard) dan Ajak membantu menjelaskan serta memberikan pemahaman tentang para Celestial kepada bangsa Inca di Pegunungan Andes. Kejadian itu telah lama berlalu, manusia modern menganggapnya sebagai tahayul.

Host Keempat saat para Celestial mengamati makhluk yang berhasil bertahan hidup dari awal eksperimen lalu menilai perkembangan perilakunya dari zaman dahulu sampai saat ini dan memutuskan untuk melakukan tindakan selanjutnya terhadap semua makhluk hasil dari eksperimennya selama ini, tahap itu disebut "The Day of Alpha".

Semua tahapan itu berlaku untuk semua planet yang dikunjungi oleh para Celestial, di tahap akhir ini grup Celestial yang menangani planet tertentu berkumpul dan mengirimkan pesan hasil penelitian mereka ke pesawatnya di luar angkasa dan menunggu respon dari pesawat induk berupa kilatan seperti sinar laser raksasa beraneka ragam diiringi suara menggelegar yang sanggup menggetarkan jiwa bagi orang yang melihatnya.

Setelah menerima pesan dari pesawat induk, para Host yang telah menunaikan tugasnya menghilang dari Bumi, kecuali pemimpin mereka yaitu Arishem yang tetap tinggal di Bumi selama 50 tahun sampai putusan "The Day of Alpha" diberlakukan. Apabila Bumi selama 50 tahun tersebut masih "kacau" dan tidak sesuai dengan apa yang para Celestial harapkan mereka akan membinasakannya. Masa penungguan itu bisa dibilang sebagai Masa Penghakiman Bumi.

Panik di Bumi

The Reject, Karkas, dan Thena.
Selama menunggu keputusan Arishem selama 50 tahun, Kro membujuk Thena untuk bersatu dan menjalin hubungan diplomatik antara kaum Deviant dan Eternals, Kro mengundangnya ke negeri para Deviant di bawah permukaan laut.

Peristiwa tersebut mempertemukan Thena dengan seorang Deviant petarung tangguh tak terkalahkan yang wujudnya persis manusia dia dijuluki The Reject dan seorang Deviant merah berwujud monster namun baik hati bernama Karkas.

Ketiganya kelak akan membantu manusia menghadapi kekacauan yang disebabkan oleh kaum Eternal jahat dan para Deviant.

Semantara itu Ikaris tetap menjalin hubungan baik dengan manusia melalui Margo dan Doctor Samuel, mereka diundang ke tempat tinggal kaum Eternal di puncak gunung tertinggi bernama Olympia.

Dalam perjalanannya Margo, Ikaris, dan Makkari bertemu dengan Eternal muda yang jail dan nakal bernama Sprite.

Hargen di Alpen.
Sprite mampu menciptakan ilusi sekehendaknya, namun ilusi itu berupa penampakan saja bukan objek real. Dalam masa penghakiman ini peran Sprite tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan Eternal lainnya, namun di masa datang Sprite berperan penting pada kehidupan para Eternal pasca Alpha Day.

Penampakan Host yang masih menjalankan tugasnya di Bumi membuat panik manusia, ukurannya yang besar dan gelagatnya yang dianggap misterius membuat manusia merasa terancam.

Amerika Serikat (AS) mengirimkan tiga agen S.H.I.E.L.D. untuk menyelidikinya langsung ke tempat kejadian perkara di Andes, namun ketiganya menghilang tanpa jejak saat mereka berkonfrontasi dan melemparkan bom plutonium ke arah salah satu Host Celestial yang sedang bertugas.

Oneg di Australia.
Host bernama Nezzarr terlihat di Siberia sedang menyusuri jurang, Oneg terlihat di Australia sedang mengumpulkan bebatuan, Hargen Sang Analis kembali terlihat di pegunungan Alpen, Swiss oleh para pendaki gunung, terakhir Eson terlihat di pantai Miami berdiri memaku di laut dekat kapal pesiar.

Eson mendeteksi keberadaan senjata canggih di Lemuria negeri para Deviant yang berada di bawah permukaan laut, seketika itu juga Eson menyelam dan membinasakan kota Lemuria menjadi porak-poranda.

Eson menyerang Lumeria di bawah tahun.

Zuras dibantu Domo sang ilmuwan di kalangan Eternal mencari tahu apa sesungguhnya tujuan para Celestial kali ini. Dengan dibantu alat komunikasi, Zuras berusaha melakukan kontak langsung dengan pemimpin Celestial di dalam pesawat induk, setelah mengetahui tujuan Celestial, Zuras menyadari bahwa kemungkinan besar Bumi akan menghadapi bahaya besar, Zuras memerintahkan agar semua kaum Eternal di segala penjuru negeri berkumpul untuk melakukan ritual Uni-Mind di pegunungan Olympia.

Domo dan Zuras.
Semua Eternal datang termasuk Paman Ikaris dari Rusia yang bernama Valkin beserta anaknya bernama Druig dan pengikutnya Aginar dan Zarin. Para Eternal tersebut berhasil menghentikan tentara Rusia yang berusaha menghancurkan salah satu Host bernama Nezzar dengan Bom Nuklir. Thena yang saat itu sedang berada di Lemuria pun datang bersama The Reject dan Karkas menuju Olympia.

Uni-Mind.
Peristiwa Uni-Mind begitu fenomenal, pancaran cahaya menyebar ke seluruh negeri memukau manusia yang ada di darat, laut, dan udara.

Uni-Mind membentuk suatu wujud yang belum pernah dikenal sebelumnya, wujud Uni-Mind tersebut melayang dari Pegunungan Andes menuju atmosfer.

Kumpulan pikiran para Eternal bernama Uni-Mind itu menembus atmosfer dan tetap hidup, lalu berusaha untuk berkomunikasi dengan Celestials di luar angkasa tanpa rintangan gelombang elektomagnetik yang ada di Bumi.

Balas Dendam Kaum Deviant

Sprite.
Sementara para Eternal berusaha menyelamatkan Bumi dari kehancuran secara "diplomasi" dengan para Celestial melalui Uni-Mind, kaum Deviant berusaha dengan caranya sendiri. Di negeri Lemuria, di bawah lautan Selatan Atlantik kaum Deviant yang dipimpin Kro membuat bom raksasa berdaya ledak tinggi untuk menghancurkan para Celestial beserta pesawatnya di luar angkasa.

The Forgotten One.
Bom itu akan diluncurkan dari Bumi menuju luar angkasa yang dikendalikan oleh tiga pilot merangkap astronot. Bom itu akan diaktifkan 500 mil sebelum target. Tugas para astronot itu untuk meningkatkan kecepatan penuh menuju pesawat Celestial lalu meledakannya.

Bukan hanya pesawat Celestial saja yang akan hancur, serpihan bom dan debris pesawat Celestial yang jatuh ke permukaan Bumi akan menghancurkan peradaban manusia, semua akan binasa. Jika berjalan sesuai rencana kaum Deviant akan naik ke permukaan Bumi dan berkuasa kembali seperti dulu.

Bom raksasa itu berhasil diluncurkan bersamaan dengan para astronot dari kaum Manusia yang sedang bertugas menyelidiki pesawat Celestial di luar angkasa. Pesawat luar angkasa asal AS itu tertarik oleh daya gravitasi pesawat Celestial yang sangat besar.

Sementara itu di Pegunungan Olympia seorang Eternal muda bernama Sprite tidak ikut dalam ritual Uni-Mind karena harus bertugas mengamati situasi dan kondisi Bumi. Sprite mengetahui dua peristiwa besar tersebut melalui monitor pengawas.

Sprite meminta bantuan kepada seorang tahanan berjuluk The Forgotten One yang memiliki kekuatan luar biasa, Zuras memenjarakannya karena dinilai terlalu banyak mencampuri urusan manusia.

The Forgotten One mendengar penjelasan dari Sprite dan setuju untuk membantunya, Sprite menggunakan kekuatannya untuk menciptakan pakaian astronot dan mengubah bangunan penjara menjadi pesawat luar angkasa mutakhir yang bisa membawa The Forgotten One ke luar angkasa dengan aman. Singkat cerita The Forgotten One berhasil menyusul Bom Raksasa.

Atas: Pesawat AS, tengah:
Bom Deviant, bawah: The Forgotten One.
Dengan pengetahuan dan kekuatannya yang sulit diterima akal manusia, pemimpin Celestial dalam pesawat induk mengetahui situasi yang dihadapainya. Dia pun segera bertindak, para Astronot Deviant yang mengendarai bom raksasa dipindahkan ke pesawat angkasa manusia dengan cara teleportasi.

Sementara astronot manusia dipindahkan ke pesawat angkasa milik The Forgotten One dan mendarat di Bumi dengan selamat, sementara The Forgotten One dipindahkan ke dalam bom raksasa.

Ketiga astronot Deviant yang dipindahkan ke pesawat angkasa milik manusia mendarat di atas permukaan laut dalam keadaan hancur, mereka tidak selamat dari benturan yang keras.

The Forgotten One memahami tindakan psikokinesis oleh Celestial ini, malah hal tersebut sesuai dengan keinginannya untuk menghentikan bom raksasa yang akan membinasakan para Celestial dan umat Manusia.

The Forgotten One merusak sumber energi bom raksasa yang penuh dengan radiasi, panas, dan zat mematikan bagi manusia biasa dengan sekuat tenaga.

Robot Hulk.
Sebelum mencapai target bom itu hancur di luar angkasa, upaya kaum Deviant menjadi sia-sia, di antara serpihan bom tubuh The Forgotten One diselamatkan oleh pemimpin Celestial berjuluk The One Above All.

Ledakan bom raksasa maha dahsyat itu berdampak pada Uni-Mind yang sedang melayang di angkasa, gelombangnya sampai ke Bumi dan menimbulkan kerusakan teknis, mobil-mobil tak terkendali, kapal laut melaju sendiri, dan lain-lain.

Wujud Uni-Mind kembali ke Bumi di pegunungan Olympia dan berpencar ke pikiran individu-individu asal. Di tempat lain Ikaris, Sersi, dan Makkari, berniat mengantarkan Margo dan Doctor Holden ke New York.

Makkari vs Ikaris.
Dalam perjalanan mereka melihat kerusakan di mana-mana, rupanya kerusakan itu diakibatkan oleh Robot Hulk yang terpapar gelombang Uni-Mind sehingga menjadi hidup dan tidak terkendali.

Ketiga Eternal itu tak sanggup menghadapi Robot Hulk yang kuat perkasa, bahkan setelah dibantu oleh kepolisian setempat mereka tetap tak bisa menghentikan Robot Hulk.

Zuras petinggi Eternals pun turun tangan dan membebaskan Robot Hulk dari paparan energi itu, alih-alih kembali normal Robot Hulk malah semakin beringas dan akibatnya sarkofagus yang menahan makhluk pengendali pikiran bernama Dromedan yang telah dikubur selama berabad-abad jauh di bawah permukaan jalan kota New York hancur secara tak sengaja.

Dromedan.
Selain sarkofagus Dromedan ditahan dengan menggunakan helm yang berfungsi menghilangkan kekuatan pikirannya, namun sayang helm itu terlepas.

Ikaris dan Makarri sempat dikendalikan oleh Dromedan sehingga mereka bertempur satu sama lain di luar kehendaknya masing-masing.

Atas saran Zuras Ikaris berhasil melepaskan diri dari pengaruh Dromedan dengan tekad yang kuat, tak lama Sersi datang membantu, akhirnya keempat Eternal itu berhasil mengalahkan Dromedan dengan cara ditembak oleh kekuatan pancaran sinar dari mata Ikaris.

Eternal Jahat

Bukan hanya kaum Deviant dan Manusia saja yang ingin menghancurkan Celestial, kaum Eternal pun ada yang menginginkannya. Eternal ambisius itu bernama Druig sepupu Ikaris asal Rusia.

Dibantu oleh ilmuwannya bernama Sigmar, Druig berhasil mendapatkan informasi melalui rekaman sejarah masa lampau.

Dalam rekaman itu terjadi perselisihan di antara para Celestial, salah satu Celestial yang berselisih dengan Celestial lainnya dimusnahkan, sayangnya alat untuk membunuh Celestial itu tak terekam.

Druig, Ikaris, dan Sigmar.
Rupanya yang merekam kejadian itu Sigmar, Druig pun memaksanya untuk membuat replika dari alat yang membunuh Celestial untuk dijadikan senjata.

Karena tak tahan dengan siksaan Druig, Sigmar pun mengaku bahwa senjata pamungkas itu ada dan masih utuh disimpan, namun keberadaannya dirahasiakan oleh Valkin Ayah Druig. Rahasia itu dibagi kepada sepupunya, Ikaris.

Setelah peristiwa Dromedan, Ikaris dan Zuras bekerjasama membantu manusia meneliti para Host Celestial yang masih bertugas untuk mencari jalan keluar dari situasi yang mengancam Bumi. Ikaris dengan kemampuan terbangnya membantu mengamati para Host Celestial dari udara.

Senjata pembunuh Celestial.
Saat melakukan tugasnya Ikaris diculik oleh Druid untuk diinterogasi. Ikaris berusaha menolak, namun makhluk yang digunakan untuk menginterogasi Ikaris berhasil membuat menghilangkan kesadarannya sehingga perilaku Ikaris tidak terkontrol.

Akhirnya Druig mendapatkan petunjuk yang muncul di kening Ikaris berupa simbol piramida.

Ikaris dipenjara dan dijaga Sigmar, sementara Druig menuju ke Piramida tempat senjata pembunuh Celestial berada. Dengan kekuatan pengetahuannya Host Celestial sama-sama menuju Piramida dan berusaha mencegah Druig menggunakan senjata itu.

Druig berhasil mendapatkan senjata pamungkas sebelum Host Celestial sampai di Piramida dan kini dia berada dalam bidikan Druig. Ikaris berhasil meloloskan diri dari penjara dengan kekuatan pancaran matanya.

Celestial berhasil selamat.
Ikaris dan Sigmar menuju Piramida untuk mencegah upaya pembunuhan yang akan dilakukan Druig. Begitu Ikaris sampai senjata pamungkas itu berhasil dihancurkan, namun akibatnya energi yang tersimpan dalam senjata itu terpencar dan membinasakan semua benda yang ada di permukaan bumi dan lambat laun menyebar ke segala penjuru arah.

Host Celestial tidak tinggal diam, energi berbahaya itu berhasil diredam dengan pancaran berupa sinar yang keluar dari jari-jarinya.

Host Celestial pun berlalu. Ikari dan Sigmar hanya bisa memandangnya dari kejauhan, tak ada yang bisa mereka lakukan.

Dengan begitu banyak tindakan tak bersahabat terhadap para Celestial yang dilakukan oleh kaum Deviant, Manusia, dan Eternal, Bumi sedang menunggu keputusan dari Arishem pimpinan Celestials di Bumi, akankah Bumi akan binasa dalam kurun waktu 50 tahun yang akan datang?

Kesan

Cerita The Eternals versi Jack Kirby sebanyak kurang lebih 400 halaman ini berakhir menggantung (cliffhanger ending), tidak ada jawaban pasti. Namun bisa dipastikan Bumi selamat, karena Marvel Universe masih berlangsung sampai sekarang, tapi bagaimana? Bagaimana Bumi bisa selamat? Bagaimana nasib Eternals dan Deviant selanjutnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab oleh Neil Gaiman penulis komik Eternal selanjutnya pada tahun 2006 dan versi Annual karya yang ditulis oleh Fred Van Lente di tahun 2008.

Gaiman membawakan cerita The Eternals dengan baik, pemilihan karakter untuk dijadikan tokoh utama cukup asyik dan tak terduga, enak untuk diikuti, tokoh-tokoh Eternal lama yang luput dari perhatian Jack Kirby atau belum sempat Jack Kirby kembangkan saat itu dihadirkan oleh Gaiman dengan gaya kekinian dan menjadi kunci untuk membuka petualangan baru para Eternal di dunia Marvel di masa datang.

Detail-detail yang luput dari versi Kirby sedikit banyak dijelaskan di versi Gaiman ini, sehingga bisa memberikan pemahaman dan perspektif baru bagi pembaca lama di era Jack Kirby. Prinsip-prinsip lama dan sejarah singkat di era Kirby diulas dengan baik untuk pembaca baru.

Keterlibatan tokoh-tokoh Marvel lainnya cukup intens, bukan sekadar pelengkap atau kail untuk menggaet pembaca baru. Dan yang utama humor! Faktor ini yang jarang ditemukan di komik The Eternals versi Jack Kirby sehingga membacanya pun bisa santai dan lebih menghibur.

Sekilas cerita penghakiman Bumi oleh makhluk asing ini mengingatkan kita pada film "The Day The Earth Stood Still" (versi original tahun 1951 bukan versi adaptasi tahun 2008), bisa jadi Jack Kirby terinspirasi dari film tersebut, mengingat film itu bisa dibilang generasi awal yang mengusung tema tersebut, walau pun dalam acknowledgment-nya Marvel menyebut pengaruh itu datang dari buku berjudul "Chariots of the Gods?" karya Erich von Däniken.

Makkari, Thena, Sersi, Ikaris, Margo, dan Kro.

Sejak Marvel mengumumkan film The Eternals jadi penasaran apakah akan dibuat mirip-mirip film "The Day The Earth Stood Still" dengan dibumbui tema Superhero? Akankah lebih baik? Sejauh mana keautentikan film tersebut dengan versi komiknya? Yang jelas pasti ada perbedaan, secara casting perannya saja sudah beda, sebagai contoh di versi komik Makkari, Ajak, dan Sprite seorang laki-laki tapi di versi film jadi perempuan, see?

Bagaimana pun para fans sebaiknya bersiap akan hal ini, bisa jadi bagus seperti film-film Marvel sebelumnya, bisa jadi meh juga sih ya, kalau saya lumayan antusias walau pun agak mengganjal karena rumornya di film itu disisipkan ideologi bertentangan dengan masyarakat Indonesia, you know, seperti yang ada di film "The Avengers End Game"? Ya semoga penyampaiannya tak begitu gamblang sehingga kita bisa mengesampingkannya lah ya.....Kita tunggu saja!